MerahPutih.com - Arus balik mudik Lebaran identik dengan adanya laju urbanisasi dari sejumlah daerah. Jakarta dan wilayah sekitarnya masih menjadi tujuan favorit warga di daerah untuk memperbaiki nasib.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan Ibu Kota tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan bekerja. Namun, pemerintah menekankan pendatang harus memiliki kemampuan dan kesiapan untuk berkontribusi.
Hal ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menyatakan Jakarta tidak akan menutup diri terhadap arus urbanisasi pasca-Lebaran.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa setiap individu yang datang ke Jakarta harus memiliki kapasitas dan kapabilitas sesuai kebutuhan.
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta dikutip Rabu (25/3).
Baca juga:
Pemerintah mengimbau masyarakat yang datang ke Jakarta untuk mempersiapkan diri dan bekerja secara maksimal. Setiap pendatang juga harus dapat beradaptasi serta berkontribusi sesuai kebutuhan di Ibu Kota.
“Jadi Jakarta terbuka bagi siapa saja, tetapi kami meminta bagi siapapun yang datang ke Jakarta, mari membuka ruang untuk bekerja keras di Jakarta, kami akan dengan senang hati,” tutup Pramono.
Pramono menambahkan, pemerintah akan melakukan penertiban terhadap kondisi di lapangan apabila diperlukan.
“Jakarta sekarang ini dalam hal-hal yang seperti itu pasti akan kami memberikan ruang untuk ditertibkan. Tidak bisa orang kemudian datang tanpa memiliki kemampuan apapun dan menjadi beban. Namun, Jakarta tidak akan melakukan operasi yustisi,” sebut Pramono. (Knu)

