Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Warga di Jakarta Makin Tinggi

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Januari 2025

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik melansir ketimpangan di perkotaan pada September 2024 sebesar 0,402, lebih tinggi sebesar 0,003 basis poin jika dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar 0,399.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, Jakarta merupakan wilayah dengan ketimpangan pengeluaran penduduk tertinggi di Indonesia.

"Tingkat ketimpangan tertinggi tercatat di Provinsi DKI Jakarta (dengan rasio gini) sebesar 0,431,” ujar Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Rabu (16/1).

Sementara tingkat ketimpangan terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan rasio gini sebesar 0,235.

Baca juga:

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik, Penduduk Miskin 24,06 Juta Orang

Dilihat dari perubahan tingkat ketimpangan dibandingkan data Susenas Maret 2024, Papua Tengah menjadi daerah dengan penurunan tingkat ketimpangan terbesar, yakni mencapai 0,026 basis poin. Rasio gini wilayah tersebut menurun dari 0,381 pada Maret 2024 menjadi 0,355 pada September 2024.

Sebaliknya, provinsi yang mengalami kenaikan ketimpangan tertinggi adalah Provinsi Papua dengan peningkatan sebesar 0,043 basis poin. Rasio gini di Papua tercatat sebesar 0,362 pada Maret 2024 dan kemudian naik menjadi 0,405 pada September 2024.

BPS mencatat adanya kenaikan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di Indonesia pada September 2024, yang tercermin dengan rasio gini sebesar 0,381, meningkat dari sebelumnya sebesar 0,379 pada Maret 2024.

Terdapat tujuh provinsi dengan tingkat ketimpangan di atas rata-rata nasional dan 31 provinsi yang memiliki tingkat ketimpangan di bawah rata-rata nasional.

Ketujuh provinsi tersebut adalah Jakarta (dengan gini rasio 0,431), Yogyakarta (0,428), Jawa Barat (0,428), Papua Selatan (0,424), Gorontalo (0,413), Papua (0,405), dan Papua Barat (0,385).

Ketimpangan di wilayah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan perdesaan. Ketimpangan di perdesaan pada September 2024 tercatat sebesar 0,308, lebih tinggi 0,002 basis poin dibandingkan pada Maret 2024 yang sebesar 0,306. (*)

Baca Artikel Asli