Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tim SAR Edukasi Warga Tagulandang Agar Mau Dievakuasi

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 April 2024

Merahputih.com - Warga Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara mendapat edukasi dari tim SAR untuk mengungsi sementara. Hal ini dilakukan demi keselamatan warga karena Gunung Ruang masih mengeluarkan asap vulkanik. Data BNPB, jumlah total warga Tagulandang yang terdampak erupsi Gunung Ruang sebanyak 11.624 orang.

Masing-masing tersebar di 15 desa meliputi Desa Apengsala, Barangka Pehe, Boto, Haasi, Laing Patehi, Lesah, Lesahrende, Mahangiang, Mohongsawang, Pahiama, Tulusan, Bahoi, Balehumara, Mulengen, dan Pumpente.

Baca juga:

AirAsia Batalkan Penerbangan dari dan Menuju Kota Kinabalu Akibat Erupsi Gunung Ruang

"Dari jumlah total penduduk tersebut baru sebanyak 2.176 orang warga yang meninggalkan rumahnya untuk mengungsi ke posko darurat selebihnya masih menetap," tulis BNPB dalam keterangannya, Sabtu (20/4).

Adapun jumlah pengungsi itu didapatkan merujuk data laporan rekapitulasi terkini yang dihimpun tim SAR Manado dan dicocokkan dengan data BNPB, pada Jumat (19/4) malam.

Baca juga:

PVMBG Pasang Satu Stasiun Pemantauan di Gunung Ruang

Maka untuk itu, Kantor SAR Manado memastikan, proses evakuasi warga akan tetap dilangsungkan dengan cara membagi ke dalam dua tim, yakni tim darat dan air yang akan melakukan evakuasi warga terdampak keluar Pulau Tagulandang yakni ke Pulau Siau.

Jarak tempuh dari Pulau Tagulandang ke Pulau Siau diperkirakan satu jam pelayaran menggunakan kapal SAR.

Dalam pelaksanaannya tim SAR mendatangi setiap warga yang bertahan di rumah untuk melakukan pengecekan kesehatan dan keselamatan, mengimbau untuk tidak memasuki wilayah radius enam kilometer dari pusat kawah aktif, atau tim SAR juga meyakinkan para warga untuk mengungsi sehingga lebih aman.

Baca juga:

47 Penerbangan Terganggu Akibat Gunung Ruang Meletus

Hal demikian dilakukan karena status Gunung Ruang masih dalam level IV (Awas), bahkan dari pantauan tim SAR saat operasi penanganan darurat hari ke tiga atau Jumat (19/4) gunung api tersebut masih mengeluarkan asap vulkanik.

Baca Artikel Asli