Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tim DVI Tunggu Data Ante Mortem Keluarga Dua WNA Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Angga Yudha Pratama - Minggu, 12 September 2021

Merahputih.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah mengantongi seluruh data ante mortem dari pihak keluarga korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang berada di Indonesia.

Dengan demikian, sampai dengan saat ini tim DVI masih belum mendapatkan data dari dua keluarga WNA yang turut menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut.

"Semua keluarga korban yang berada di Indonesia sudah menyerahkan data ante mortem dan keluarganya sudah diambil sampel DNAnya. Sekarang tinggal dua lagi, yang WNA," kata Sespusdokkes Polri, Kombes Pramujoko, Minggu (13/8).

Baca Juga:

Lapas Tangerang Terbakar, Komnas HAM: Ini Sebenarnya Tragedi

Tim DVI masih terus berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk mendapatkan kelengkapan data ante mortem dari keluarga dua WNA tersebut. Butuh proses dan waktu untuk dapat menemukan keluarga korban dan kelengkapan data.

Kabid DVI akan terus berkoordinasi dengan ICRC atau dari jalur pemerintah melalui Ditjen PAS yang bekerja sama dengan Duta Besar Indonesia melalui dua jalur. Tidak ada kesulitan dalam proses ini, hanya tinggal menunggu waktu saja.

Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)
Jenajah korban kebakaran Lapas Tangerang. (Foto: MP/ Rizky)

"Bisa ICRC atau jalur kedutaan mana yang duluan, nanti pihak keluarga bisa mengirimkan DNA dan hasil pemeriksaan dan kita periksa kembali di Mabes Polri," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, total terdapat tujuh orang korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten yang telah berhasil teridentifikasi.

Baca Juga:

Pakar Nilai Pidana Aternatif Bisa Jadi Solusi Masalah Over Kapasitas Lapas

Masing-masing korban bernama Rudhi alias Cangak bin Ong Eng Cue (43), Diyan Adi Priyana als Diyan bin Khalil (44), Kusnadi bin Rauf (alm) (44), Bustanil Arifin bin Arwani (alm) (55) serta yang kelima itu bernama Alfin bin Marsum (23).

Kemudian, Mat Idris bin Abdrismon (29) serta Ferdian Perdana bin Sukriadi (28) yang berhasil diidentifikasi pada hari Sabtu (11/9). (Knu)

Baca Artikel Asli