Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tiga Tersangka 'Perobek' SBY Terancam 5 Tahun Bui

Wisnu Cipto - Senin, 17 Desember 2018

MerahPutih.com - Kepolisian bergerak cepat menangkap dan menetapkan tiga tersangka pelaku perusakan artibut Partai Demokrat di Kota Pekanbaru. Aksi perusakan ini sempat membuat Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhyono (SBY) kecewa berat.

Ketiga tersangka itu berinisial HS, Ks, dan MW. Mereka telah ditahan dan terancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KUHP Jo 406 tentang perusakan dan kasusnya ditangani Polresta Pekanbaru di pengawasan bawah Polda Riau.

"Dari dua kasus itu, dua TKP (tempat kejadian perkara) itu. Kita tetapkan tiga tersangka. HS Jalan Sudirman. Kemudian Ks dan MW di Jalan Tenayan Raya," kata Kapolda Riau, Irjen Widodo Eko Prihastopo, Senin (17/12).

Baliho SBY di Pekanbaru, Riau dirusak OTK. Foto: Andi Arief

Kapolda menegaskan kasus perusakan atribut partai Demokrat yang terjadi di kota berjuluk Madani itu dianggap sudah selesai. Widodo juga memerintahkan kepada jajarannya untuk mempercepat proses penyidikan dan proses pelimpahan ke Kejaksaan.

"Sudah diperintahkan ke penyidik, untuk segera dilimpahkan ke Penuntut Umum. Cepat kita bekerja," tandas jenderal polisi bintang dua itu, dilansir Antara.

Sebelumnya, Ketum Demokrat SBY mengecam aksi perusakan baliho dan bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau. Bahkan, mantan Presiden RI itu sampai meninjau langsung lokasi pengerusakan bendera dan baliho Partai Demokrat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Tak hanya itu, SBY juga kecewa dengan perilaku warga Riau yang melakukan perusakan. "Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah? Selama 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," tegasnya.

SBY Baliho
Baliho SBY dirusak. Foto: @AndiArief_

Bahkan, SBY sampai memerintahkan Sekjen dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat.

"Lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera, baliho kita dirobek, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," tandas dia kala itu. (*)

Baca Artikel Asli