Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Ternyata Ada 100 Juta Bakteri pada Sebuah Apel

Muchammad Yani - Kamis, 29 Agustus 2019

APEL adalah salah satu buah yang memiliki banyak manfaat. Buah ini tinggi vitamin C serta kaya akan flavonoid, serat makanan, dan antioksidan. Semua itu berkontribusi untuk meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko kanker, diabetes, dan hipertensi.

Tapi ada fakta baru mengenai apel. Dilansir dari Boldsky, sebuah penelitian ang diterbitkan dalam Frontiers in Microbiology mengemukakan kalau apel mengandung mikroba. Apakah mikroba itu baik atau buruk tergantung pada bagaimana apel ditanam.

Baca juga:

Enggak Cuman Keramas, Ternyata Banyak Kegunaan Sampo yang Kurang Diketahui

Para peneliti menguji coba apel yang ditanam secara organik dan konfensional. Hasilnya, meski dua-duanya punya banyak mikroba, apel organik punya bakteri lebih beragam dan seimbang sehingga menjadikannya lebih sehat dan enak untuk dikonsumsi daripada apel konvensional.

Ada banyak bakteri di dalam apel (Foto: Pixabay/lumix2004)
Ada banyak bakteri di dalam apel (Foto: Pixabay/lumix2004)

Jenis-jenis bakteri yang ada dalam apel organik adalah Methylobacterium, Zymomonas, Spirosoma, dan Hymenobacter. Sementara jenis bakteri seperti Acinetobacter, Erwinia, Pantoea, dan Burkholderia muncul di apel konvensional.

"Menyusun rata-rata untuk setiap komponen apel, kami memperkirakan 240 g apel mengandung sekitar 100 juta bakteri," ucap Profesor Gabriele Berg dari Graz University of Technology di Austria.

Terdapat pula jamur di apel (Foto: Pixabay/pasja1000)
Terdapat pula jamur di apel (Foto: Pixabay/pasja1000)

Gabriele Berg tak menampik kalau usus manusia juga membutuhkan mikroba. Hanya saja tidak semua mikroba membantu sistem pencernaan manusia. "Memasak membunuh sebagian besar mikroba. Jadi buah dan sayuran mentah adalah sumber mikroba usus yang penting," katanya.

Penelitian ini juga menemukan adanya komunitas jamur pada apel. Soal jamur jenis apa yang ada di dalam apel itu tergantung bagaimana cara apel tersebut dikelola mulai dari benih hingga siap panen.

"Kami menemukan komunitas jamur berhubungan dengan buah apel. Namun varietas jamur pada jaringan yang berbeda tergantung bagaimana mengelola apel itu," kata Birgit Wasserman, penulis utama studi ini. (*)

Baca juga:

Dilarang Tukar Pakai! Bahkan dengan Teman Dekat

Baca Artikel Asli