MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) ke warga terdampak COVID-19. Realisasi pendistribusian bansos di ibu kota mencapai 90 persen.
Total keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan di DKI mencapai 1.844.833 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah itu, sebagian bansos ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sebagian lagi ditanggung pemerintah pusat.
Pemprov DKI menanggung penerima manfaat di Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dengan total penerima sebanyak 1 juta KK. Adapun sisanya, 837 ribu KK ditanggung pemerintah pusat.
Baca Juga:
Penyaluran pakai APBD DKI ditansfer melalui ATM Bank DKI. Sementara untuk penerima manfaat yang ditanggung pemerintah pusat dikirim lewat Pos Indonesia.
"Sejak awal sejak sebelum Lebaran kita bagikan ada Rp 1,8 juta. Satu juta tugas APBD, Pemprov. Rp 800 ribu pemerintah pusat melalui Kemensos. Semua sudah mencapai lebih 90 persen yang disalurkan,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta, Jumat (30/7).
Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta ini menjelaskan, alasan 10 persen KPM hingga kini belum bisa menerima bantuan uang tunai Rp 300 ribu itu karena masalah pendataan.
“Beberapa yang belum karena menyesuaikan pendataan,” ungkap Riza.
Adapun total anggaran yang disediakan Pemprov DKI untuk penyaluran bansos kali ini mencapai Rp 604 miliar. Dana ini diambil dari berbagai pos anggaran lain seperti program revitalisasi gedung sekolah dan panti yang belum terlalu penting saat ini.
Baca Juga:
Pemkot Tangerang Minta Polisi Turun Tangan Tindak Pungli Bansos COVID-19
Bantuan sosial di Jakarta tidak hanya meliputi pembagian uang tunai, Pemerintah DKI Jakarta juga menyalurkan paket bahan pokok bagi warga yang terdampak peraturan penanganan corona.
Pembagian sembako itu baru dimulai Rabu (29/7) kemarin dengan menyasar 907,616 KK.
“Beras yang dibagikan di DKI Jakarta dibagikan sebanyak 907,616 orang yang sudah 25,137 paket yang dibagikan,” pungkas Riza. (Asp)
Baca Juga: