MerahPutih.com - Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, telah menerima 12 kantong jenazah korban kebakaran pabrik di Bekasi. Kantong jenazah itu berisi potong-potongan tubuh (body part) korban kebakaran.
RS Polri pun telah membentuk tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah korban kebakaran. Dalam pemeriksaan jenazah itu, melibatkan tim kedokteran forensik, DNA Forensik, odontologi forensik, psikologi forensik dan tim antemortem.
Sejumlah keluarga korban kebakaran pabrik PT. Jati Perkasa Nusantara, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mulai mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat petang.
"Saya datang inisiatif sendiri langsung (ke RS Polri). Anak saya kerja, sif malam. Waktu itu saya pikir bukan di tempat dia kerja, saya cuma cek saja, jangan-jangan di tempat dia kerja (kejadian kebakarannya)," kata salah satu keluarga korban, Kurdi di Pos DVI RS Polri Kramat Jati.
Baca juga:
Kebakaran Pabrik di Medan Satria Bekasi, 9 Orang Tewas
Kurdi datang dengan membawa Kartu Keluarga dan KTP anaknya bernama Rizky Adam untuk diserahkan kepada tim forensik.
"Anak saya atas nama Rizky Adam. Baru diminta KK sama KTP, belum menyerahkan," ucapnya.
Kurdi mengatakan, putranya sudah bekerja selama hampir tiga tahun di pabrik tersebut."Kerja sudah jalan tiga tahun (kerja di PT). Apa masih bisa selamat (anak saya). Harapannya masih bisa diselamatkan walau dalam keadaan terbakar," ujarnya.
Keluarga korban lainnya, Muhamad Yusuf datang bersama istri dan kakaknya untuk mengetahui kepastian kakak iparnya yang bernama Rahmat.
"Rahmat memang bekerja pada sif malam di pabrik tersebut. Namun, baru diketahui adanya kebakaran di pabrik sekitar pukul delapan pagi," ujarnya.
Dia dan kakaknya pun langsung mencari tahu kondisi kakaknya yang bekerja pada sif malam di pabrik tersebut.
"Menurut informasi, kakak jadi salah satu korban, makanya datang ke RS Polri," ujarnya. (*)