Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Hiburan & Gaya Hidup

“Terang Di Gelap Cahaya”, Pendewasaan Groove dan Refleksi Urban Agrikulture

Frengky Aruan - Minggu, 08 Maret 2026

MerahPutih.com - Unit dance-punk senior asal Jakarta, Agrikulture, kembali menapaki fase terbaru perjalanan bermusik mereka lewat single anyar berjudul “Terang Di Gelap Cahaya”.

Lagu ini menegaskan konsistensi mereka dalam meracik groove enerjik, sentuhan ironi, serta refleksi kehidupan urban ke dalam komposisi yang bukan hanya mengajak tubuh bergerak, tetapi juga memantik perenungan.

Terinspirasi dari semangat dance-punk dan post-punk seperti Talking Heads hingga The Rapture, Agrikulture tetap menempatkan bassline dan ritme sebagai tulang punggung musik mereka. Namun, berangkat dari latar sebagai DJ, mereka tak terpaku pada satu formula baku.

Dalam “Terang Di Gelap Cahaya”, unsur funk, disco, dan new wave berpadu membentuk struktur musik yang repetitif namun sarat lapisan emosi yang halus dan tersembunyi.

"Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar," ungkap Agrikulture.

Baca juga:

Agy Rilis Lagu ‘Lala Raya’, Video Musiknya Picu Kontroversi hingga Dihapus

Jika rilisan sebelumnya, "Cerah Hari Ini", memotret optimisme yang spontan, maka “Terang Di Gelap Cahaya” hadir dengan sudut pandang yang lebih dewasa. Lagu ini berangkat dari keresahan personal—sebuah refleksi tentang pencarian makna, ketenangan, rasa nyaman, hingga kebahagiaan, tanpa benar-benar mengetahui dari mana harus memulai.

Alih-alih meledak dalam teriakan, kegelisahan tersebut justru mengalun lembut lewat nada, menjadikan musik sebagai medium paling jujur ketika kata-kata tak lagi memadai.

Ada nuansa seperti pesan yang dihanyutkan ke ruang tak berbatas, menyerupai metafora message in a bottle ala The Police, sebuah harapan sederhana bahwa di luar sana, ada yang mendengarkan. Di tengah era digital, lagu pun memiliki peluang menjangkau berbagai penjuru, menyuarakan keresahan kecil yang mungkin tampak sepele, namun tetap layak untuk didengar.

Pada akhirnya, “Terang Di Gelap Cahaya” tak datang membawa solusi instan atau janji besar. Ia sekadar menyampaikan harapan yang sangat manusiawi: menemukan secercah terang di tengah ruang yang terasa gelap. (Far)

Baca Artikel Asli