MerahPutih.com - Insiden peristiwa bentrokan kekerasan antara personel TNI dan Polri di Mappi, Papua Selatan, dipastikan telah diselesaikan melalui proses mediasi.
“Sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri. Demikian ya,” kata Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (13/2).
Baca juga:
Ada Insiden Bentrok TNI dan Warga Diduga Karena Bendera GAM, Semua Diminta Tahan Diri
Miskom Darah Muda
Saat ditanya apa penyebab dari pertikaian tersebut, Mayjen Yusri menjawab pertikaian terjadi karena adanya miskomunikasi alias miskom antara personel TNI dan Polri.
“Ini kan karena ada miskomunikasi. Jadi biasa lah, tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda," imbuh jenderal TNI AD bintang dua itu, dikutip Antara.
"Kadang-kadang energinya terlalu banyak sehingga ada miskomunikasi sedikit sehingga muncul. Tapi itu hal sudah diselesaikan,” tandasnya.
Baca juga:
Dinginkan Eskalasi, Pangdam Mulawarman Jenguk Korban Bentrok TNI-Polri di Mapolres Tarakan
Awal Mulai Keributan TNI dan Polri di Mappi Papua
Peristiwa itu terjadi di sekitar marshalling area 2 Yonif TP 819/PIBP, Distrik Obaa, Kamis (13/2). Insiden bermula dari pengendara motor yang beberapa kali melewati markas Yon TP sambil mengeraskan suara knalpot dan melontarkan kalimat kasar sejak 6 hingga 11 Februari.
Pada Kamis dini hari, personel jaga Yon TP menghentikan salah satu pengendara yang diduga terlibat. Setelah itu, pimpinan Yon TP dan Polres Mippa bertemu dan sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Baca juga:
Trans Papua Jayapura-Wamena Longsor di 25 Titik, Ratusan Kendaraan Terjebak
Namun, beberapa saat setelah pertemuan, sekelompok massa mendatangi markas satuan dan melemparkan bebatuan hingga terjadi kerusuhan yang sempat viral di media sosial. Polisi Militer TNI AD wilayah setempat kemudian melakukan mediasi dengan Polri untuk meredakan ketegangan.