Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Telusur Penyebab Post Holiday Blues

Hendaru Tri Hanggoro - Rabu, 17 April 2024

MerahPutih.com - Post holiday blues adalah perubahan mood (suasana hati) akibat dari transisi masa liburan menuju kondisi normal yang harus dihadapi kembali.

Ada beberapa faktor penyebab post holiday blues. Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia Kasandra Putranto menjelaskan, selama menghadapi transisi tersebut, tidak mudah bagi seseorang untuk beradaptasi kembali, seperti bekerja atau sekolah.

Penyebabnya, malas bergerak dan berpikir membuat ritme aktivitas menjadi lebih lambat. Orang biasanya ingin memutar waktu kembali ke masa liburan daripada memulai rutinitas kembali.

Baca juga:

Libur Lebaran Berlalu, Waspada Holiday Blues

Jika saat liburan, orang tersebut sempat sakit akibat terlalu banyak atau kurang makan, telat makan atau mengonsumsi obat, ia kekurangan waktu istirahat karena berinteraksi dengan banyak orang.

Masalah-masalah teknis lain dapat menambah potensi munculnya post holiday blues.

“Misalnya jika support system di rumah belum kembali seperti semula, ada langganan sayur belum kembali dari kampung, langganan ojek juga masih libur atau asisten di rumah belum kembali, atau sarana prasarana macet karena rusak, seperti mobil, motor, mesin cuci dan lain lain,” kata Kasandra seperti dikutip Antara (16/4)/

Kasandra mengatakan, post holiday blues umumnya akan kembali seperti semula. Namun, jika itu berlangsung lebih dari dua minggu, Kasandra menyarankan orang untuk mencari penanganan dari profesional medis.

Baca juga:

Persiapkan Mental Hadapi Post Holiday Blues

Untuk mencegahnya, Kasandra menganjurkan agar masyarakat memulai aktivitas rutin seperti biasanya sebelum masa liburan usai.

Misalnya kembali bangun lebih pagi untuk melakukan persiapan kegiatan sehari-hari dan menyelesaikan tugas yang sempat tertunda selama liburan.

Pada dasarnya, orang yang memiliki stamina mental yang prima dan terbiasa tetap aktif selama liburan, akan dapat dengan mudah mengatasi perubahan dan mendapatkan manfaat maksimal dari liburan sejenak dari rutinitas dan tugas keseharian.

“Sebaliknya, mereka yang memiliki masalah dalam stamina mental dan tidak terbiasa aktif selama liburan tentu memerlukan pecutan usaha diri yang lebih keras untuk mengatasi perubahan mood mereka,” kata Kasandra. (*)

Baca juga:

Mengenal Holiday Blues, Kondisi Stres saat Hari Libur Datang

Baca Artikel Asli