Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tahun 2018, Kuota Penerimaan Siswa Difabel Meningkat

Zaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 17 Januari 2018

MerahPutih.com - Siswa difabel kini punya kesempatan lebih besar untuk diterima di Perguruan Tinggi Negri (PTN) dalam seleksi SNMPTN dan SBMPTN. Panitia Lokal (panlok) 46 Yogyakarta akan menambah kuota mahasiswa baru dari dua jalur tersebut khusus kaum difabel.

Ketua Panlok SNMPTN dan SBMPTN 46 Yogyakarta Margana menjelaskan, kuota penerimaan calon mahasiswa baru 2018 meningkat lima persen dibandingkan 2017.

"Sesuai peraturan tahun ini meningkat lima persen, tapi bisa lebih. Misalnya di kampus saya, UNY, kami kasih kouta lebih dari lima persen untuk kaum difabel," katanya saat jumpa pers di Yogyakarta, Selasa (16/1).

Peningkatan ini dilakukan sejalan dengan dibukanya pusat studi khusus Disabilitas di beberapa PTN di Yogyakarta. Misalnya, di Universitas Negri Yogyakarta (UNY) yang memiliki pusat studi anak kebutuhan khusus sehingga bertekad untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yangterampil untuk kaum difabel.

Panitia turut akan menyiapkan pendamping khusus para difabel saat pelaksanaan seleksi SBMPTN. Pendamping ini dihadirkan sesuai dengan kebutuhan calon siswa difabel yang mendaftar. Selain itu para siswa difabel akan mendapatkan fasilitas khusus selama proses seleksi SBMPTN.

"Saat pendaftaran kami akan tanya siswa difabel butuh alat bantu atau pendampingkah. Lalu akan kami sediakan. Pendamping akan langsung kami datangkan dari komunitas difabel," pungkasnya.

Jumlah peminat SNMPTN dan SBMPTN tahun ini diyakini akan meningkat lima-sepuluh persen dibandingkan tahun lalu. Panitiapun menyiapkan 18.599 kursi untuk mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. (*)

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga berita Teresa Ika di: Catat, ini Lokasi Perayaan Tahun Baru Selain di Malioboro

Baca Artikel Asli