Survei Vox Populi: Prabowo Tertinggal 20 Persen dari Jokowi
Senin, 25 Maret 2019 -
MerahPutih.com - Hasil survei yang dirilis Vox Populi Research Center menunjukkan jarak elektabilitas pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sebesar 20,5 persen dibandingkan calon presiden-calon wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Senin (25/3), rilis Vox Populi melansir elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,1 persen, Prabowo-Sandi sebesar 33,6 persen, dan yang belum menentukan pilihan 12,3 persen.
Survei yang dirilis kurang dari sebulan lagi waktu pencoblosan 17 April itu juga menyebutkan sebagian besar publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yaitu sebesar 71,3 persen dan sebanyak 28,7 persen tidak puas.
Pembangunan infrastruktur menjadi program andalan Jokowi yang menjadi indikator kepuasan kinerja yaitu sebanyak 77,6 persen responden merasa puas dan 22,4 persen tidak puas dengan pembangunan infrastruktur.
Indikator kedua kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Jokowi adalah pemberantasan korupsi yaitu sebanyak 76,2 persen merasa puas, dan 23,8 persen tidak puas. Pemerintah Jokowi juga mampu meraih tingkat kepuasan di atas 70 persen untuk indikator hubungan internasional, penegakan hukum, pendidikan dan kesehatan.
Hanya saja untuk indikotor sektor perlindungan HAM, Pemerintah Jokowi hanya mendapatkan tingkat kepuasan responden 58,1 persen, sedangkan 41,9 persen responden masih tidak puas.
Kinerja Pemerintah Jokowi juga dianggap terpuruk di sektor seperti lapangan kerja dan harga pangan menjadi indikator paling rendah dalam tingkat kepuasan masyarakati.
Untuk tingkat kepuasan atas kinerja pemerintahan Jokowi dalam lapangan kerja hanya 48 persen dan 52 persen merasa tidak puas. Sedangkan isu harga pangan, sebanyak 53,8 persen masyarakat tidak puas dan hanya 46,2 persen menilai puas atas kinerja pemerintahan Jokowi.
Survei berlangsung 5-15 Maret 2019 dengan "margin of error" survei sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen, terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat mewakili 34 provinsi. Metode yang digunakan penelitian kuantitatif dengan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. (*)
Baca Juga: Unggul di Survei, Jokowi Bisa Bernasib Sama Seperti Ahok