Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Survei PolMark: Prabowo Lawan Kuat Jokowi di Pilpres 2019

Andika Pratama - Minggu, 22 Oktober 2017

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto diprediksi bakal menjadi lawan kuat untuk Presiden Joko Widodo, bila keduanya kembali mencalonkan diri sebagai Presiden di Pemilihan Presiden (Pilrpes) 2019 mendatang.

Hal itu, tercermin dari laporan survei yang dilakukan PolMark Indonesia pada 9 sampai 20 September 2017 terhadap 2250 responden yang berada di 32 provinsi.

Berdasarkan laporan survei bertajuk 'Tiga Tahun Jokowi-JK Dan Calon Penantang Jokowi 2019' jika Pilpres diadakan pada hari ini, Jokowi mengungguli rivalnya di Pilpres 2014 tersebut dengan perolehan suara sebesar 41,2 persen. Sedangkan, Prabowo mendapat 21,0 persen.

"Jika Pilpres diadakan hari ini, Jokowi memperoleh suara 41,2 persen, dan Prabowo memiliki suara 21,0 persen," kata Direktur PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah di Restoran Batik Kuring, Kawasan SCBD, Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (22/10).

Selanjutnya, nama lain yang muncul jika Pilpres digelar hari ini yakni, Agus Harimurti Yudhoyono mendapat suara 2, persen. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 2,2 persen. Disusul oleh Bos MNC Group Hari Tanoesudibyo di angka 2.0 persen

Meski demikian, dalam paparannya Eep mengungkapkan telah terjadi penurunan suara yang cukup signifikan terhadap Jokowi dari Pilpres 2014 lalu dengan perolehan suara pada hari ini.

Eep menjelaskan‎, pada Pilpres 2014, pasangan Jokowi - Jusuf Kalla memperoleh suara 54,9 persen. Sedangkan apabila Pilpres diadakan hari ini, Jokowi memperoleh suara hanya 41,2 persen. Hal itu memperlihatkan terjadinya penurunan 13,7 persen terhadap Jokowi.

"Sedangkan pada Pilpres 2014, Prabowo-Hatta ‎memiliki suara 26,3 persen, dan jika Pilpres diadakan hari ini, Prabowo mendapatkan suara 21,0 persen. Terjadi pergesern penurunan, 6,3 persen," tutupnya.

Survei dilakukan pada 9 sampai 20 September 2017 terhadap 2250 responden yang berada di 32 provinsi. Metode survei yang digunakan random sampling multistage, dengan margin eror +- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Pon)

Baca Artikel Asli