Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Survei Pilgub Kalbar, Milton-Boyman Unggul di Atas Karolin-Gidot

Wisnu Cipto - Minggu, 24 Juni 2018

MerahPutih.com - Pasangan calon Gubernur Kalimantan Barat, Milton Crosby-Boyman, sepertinya tidak terlalu berat untuk memenangi Pilkada 2018 ini. Dari beberapa hasil penelitian lembaga survei, paslon Milton-Boyman selalu unggul dari kandidat lainnya.

Hasil survei dari Lembaga Survei Masyarakat Borneo (LSMB) yang menempatkan pasangan Milton dan Boyman sebagai kandidat pilihan masyarakat Kalimantan Barat.

"Mereka berada diurutan pertama. Disusul dengan paslon Karolin dan Gidot, yang menempati urutan kedua. Dan terakhir ditempati paslon nomor urut buncit, yakni Sutarmiji dan Norsan," kata Direktur Eksekutive LSMB, Christianus Alvin, Sabtu (23/6).

Menurut Alvin, survei ini dilakukan guna mendapatkan gambaran hasil pilihan masyarakat, apabila pilgub Kalbar dilaksanakan saat ini.

"Untuk memperoleh jumlah responden yang proposional dengan jumlah DPT sebanyak 3.448.653 pemilih, maka kami menggunakan margin eror sebesar 2,25% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%, dengan jumlah responden yang dibutuhkan sebanyak 1.896 pemilih," ujarnya.

Teknik penyebaran responden, kata dia, dilakukan dengan cara Multistage Random Sampling. Dengan jangka waktu 10 hari, hal itu mengingat medan yang cukup sulit, dan cakupan wilayah yang luas. Dengan Margin Eror : 2,25%. Tingkat Kepercayaan: 95% dengan waktu pengumpulan data yakni pada 12-21 Juni 2018.

Hasilnya, pasangan nomor 1 Milton Crosby-Boyman Harun, memperoleh 52,20% suara responden. Pasangan nomor 2, Karolin Margaret-Suryadman Gidot, memperoleh 22,20%, pasangan nomor 3, Sutarmidji-Ria Norsan hanya 17,40% dan tidak mencoblos alias golput 8,20%.

karolin
Karolin Margret Natasa yang diusung koalisi PDIP sebagai Cagub Pilkada Kalimantan Barat 2018. (Facebook/Karoline Margret Natasa)

"Untuk posisi tingkat keterpilihan paslon di Kalbar seringkali dipengaruhi Suku dan Agama, hal itu membuat kondisi Kalbar sempat memanas. Namun hal ini segera direspons dengan cepat oleh pihak kepolisian dengan dilakukan komitmen Pilgub Damai, yang dilakukan oleh ketiga Paslon," tandasnya.

Kondisi Kalbar dengan sejarah benturan antar suku jauh sebelum tahun 2018 kata dia, menjadikan masyarakat Kalbar sadar atas pentingnya persatuan dan kesatuan, hal itu terjadi karena masyarakat merasakan langsung kerugian ekonomi dan sosial yang ditimbulkan apabila konflik yang pernah terjadi, kembali terulang.

"Kondisi tersebut tergambarkan dari pernyataan para responden saat ditanya alasan mengapa memilih paslon nomor urut satu (Milton-Boyman). Masyarakat menilai, pasangan Milton dan Boyman merupakan perpaduan yang serasi, antara Dayak dan Melayu, juga Keristen dan Islam," ujarnya.

Kondisi keterpilihan yang rendah juga dialami paslon nomor urut 3, Sutarmiji dan Norsan. Paslon ini dianggap tidak mewakili Kebhinekaan di Kalimantan Barat. Paslon nomor urut 2 dan 3 berasal dari 1 suku dan agama yang sama, antara cagub dan cawagubnya.

"Kerinduan masyarakat terhadap kebhinekaan di kalbar menjadikan Paslon Milton dan Boyman banyak dipilih oleh responden," tandas Alvin. (Pon)

Baca Artikel Asli

BERITA TERKAIT