Superflu Mulai Terdeteksi, Dinkes DKI Minta Kenakan Masker Jika Sakit

Minggu, 04 Januari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025 mengemukakan subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kemenkes mencatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Sementara itu, Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat secara nasional, kasus penyakit mirip influenza (ILI) meningkat sampai dengan angka 74 persen pada bulan Agustus 2025 yang didominasi dengan Influenza A, dan kecenderungan serupa terjadi di Jakarta.

Adapun untuk ISPA, tercatat 1.966.308 kasus sejak Januari hingga Oktober 2025, dengan peningkatan jumlah kasus yang mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

Baca juga:

Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mencegah penularan superflu atau influenza A H3N2 subclade K.

Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati megatakan, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh area wajah, mencukupi asupan nutrisi seimbang, minum air dua liter sehari, istirahat cukup, dan olahraga teratur.

"Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," kata Ani.

Dinkes DKI mencatat kasus penyakit influenza A terus menurun di Jakarta, sejak puncak kasus terjadi di bulan Oktober 2025.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan