MerahPutih Bisnis - Kementerian Pertanian menyatakan stok beras aman. Namun, fakta di lapangan justru sebaliknya.
Stok beras dengan kualitas rendah hilang dari peredaran sejak dua bulan terakhir. Saat ini stok beras di Pasar Induk Cipinang hanya ada beras berkualitas medium dan premium.
Akan tetapi, karena sifat beras inelastis meski harga mengalami kenaikan, tapi tetap dibeli konsumen. Walaupun, jumlah pembelian lebih sedikit.
"Untuk beras kelas menengah ke bawah harganya Rp7.500-Rp8.000 per liter. Tapi, karena sekarang stok tidak ada maka masyarakat kelas menengah ke bawah dan pemilik warung nasi beralih ke beras premium, yang harganya Rp9.000 per liter," ujar Ketua Umum Persatuan Pedagang Pasar Hasan Basri di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (12/11).
Sehubungan dengan masuknya beras impor asal Vietnam, Hasan berpendapat pemerintah terlambat melakukan impor beras. Alhasil, para spekulan berani mengambil keuntungan yang sangat besar.
Hasan juga berharap pemerintah memiliki data persediaan beras yang akurat kondisi saat ini tidak terulang lagi. (Abi)
BACA JUGA: