Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya

Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026

MerahPutih.com - Fungsi stasiun kereta api kini mulai mengalami pergeseran. Tidak lagi hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan penumpang, Stasiun Yogyakarta dikembangkan menjadi ruang publik yang menghadirkan nilai tambah melalui kehadiran Lelana Gallery.

Galeri yang menampilkan produk-produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan ini menjadi salah satu upaya mengoptimalkan aset stasiun agar memiliki manfaat lebih luas, baik bagi penumpang maupun pelaku ekonomi kreatif lokal.

KAI Wisata Dorong UMKM Lokal Lewat Lelana Gallery

Inisiatif tersebut digagas oleh PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat.

Baca juga:

Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan Lelana Gallery menjadi langkah untuk menghadirkan ruang kreatif di lingkungan stasiun yang memiliki nilai edukatif dan dampak positif terhadap ekosistem ekonomi kreatif nasional.

“Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya memperkaya pilihan bagi penumpang KAI selama berada di stasiun sebagai ruang publik yang bernilai edukatif dan berdampak positif bagi ekosistem kreatif nasional,” ujar Agus saat soft launching Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta, Kamis (16/7).

Tiga Jenama Lokal Tampil di Lelana Gallery

Pada tahap awal, Lelana Gallery menghadirkan tiga jenama lokal hasil kurasi, yakni Galeri Batik Jawa, Lawe Indonesia, dan The Mogus by Mang Moel.

Ketiga jenama tersebut dipilih karena tidak hanya menawarkan produk berkualitas, tetapi juga membawa nilai pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Galeri Batik Jawa menghadirkan produk batik dengan penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan sekaligus mendukung keberlangsungan para perajin tradisional.

Sementara itu, Lawe Indonesia menampilkan produk tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun The Mogus by Mang Moel mengangkat isu pelestarian lingkungan melalui karya-karya kreatifnya.

Baca juga:

10 Stasiun Kereta Api Paling Diminati Turis Asing

Stasiun Dikembangkan Jadi Living Museum dan Lifestyle Destination

Menurut Agus, pengembangan Lelana Gallery merupakan bagian dari transformasi stasiun menjadi ruang publik yang lebih hidup atau living museum sekaligus lifestyle destination.

Dengan konsep tersebut, masyarakat tidak hanya memanfaatkan stasiun sebagai fasilitas transportasi, tetapi juga dapat menikmati pengalaman budaya serta produk lokal yang memiliki nilai cerita.

Kami ingin penumpang yang datang ke Stasiun Yogyakarta tidak hanya berangkat atau tiba, tetapi juga memiliki pilihan untuk membawa pulang cerita dan produk yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan,

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji.

Konsep Serupa Akan Dikembangkan di Stasiun Lain

KAI Wisata berencana mengembangkan konsep serupa di sejumlah stasiun strategis lainnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat peran stasiun sebagai bagian dari destinasi wisata di berbagai daerah.

“Ini agar memperluas pasar bagi pelaku ekonomi kreatif sekaligus memperkuat peran stasiun sebagai bagian dari destinasi wisata di berbagai daerah,” tutup Agus. (Knu)

Baca Artikel Asli