MERAHPUTIH.COM - STASIUN Manggarai, Jakarta Selatan, diproyeksikan menjadi salah satu titik pertemuan utama berbagai moda transportasi di Ibu Kota. Bukan hanya KRL, kawasan ini nantinya akan mempertemukan Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, dan LRT Jakarta.
Rencana tersebut menjadi penting karena aktivitas perjalanan di Manggarai saat ini sudah sangat tinggi.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat terdapat sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari, dengan frekuensi perjalanan kereta mencapai sekitar 700 hingga 750 perjalanan per hari.
Tingginya aktivitas itu membuat Manggarai tidak lagi hanya berfungsi sebagai stasiun kereta, tetapi berkembang menjadi kawasan perpindahan penumpang antarmoda.
Baca juga:
Layani Lebih 5 Juta Pelanggan, Stasiun Manggarai Disiapkan Buat Konektivitas Transportasi Jakarta
Vice President Corporate Communication of KAI Anne Purba mengatakan pengembangan konektivitas di Manggarai diarahkan agar masyarakat lebih mudah berpindah dari satu layanan transportasi ke layanan lainnya. “Fokus di masa depan yakni bagaimana perpindahan antarlayanan dapat semakin mudah, perjalanan lebih efisien, dan akses menuju kawasan di sekitar stasiun semakin baik,” ujar Anne di Jakarta, Selasa (11/8).
Besarnya aktivitas di Manggarai terlihat dari jumlah pelanggan KRL yang masuk melalui gerbang stasiun. Pada 2023 tercatat 5.142.739 pelanggan, kemudian meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024. Pada 2025, jumlah tersebut tercatat 5.456.309 pelanggan. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, sudah ada 2.716.932 pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai.
Manggarai juga menjadi salah satu titik layanan Commuter Line Bandara. Secara keseluruhan, jumlah pelanggan layanan tersebut mencapai 1.970.531 orang pada 2023, naik menjadi 2.242.536 orang pada 2024, dan kembali meningkat menjadi 2.346.934 orang pada 2025.
Khusus Stasiun Manggarai, sebanyak 230.314 pelanggan Commuter Line Bandara tercatat pada periode Januari-Juni 2026.
Konektivitas kawasan ini akan semakin bertambah dengan pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai. Jalur sepanjang sekitar 6,4 kilometer tersebut memiliki lima stasiun, dengan Manggarai menjadi salah satu titik penting dalam jaringan baru itu.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah meninjau kesiapan operasional lintasan tersebut pada Juli 2026 sebagai bagian dari persiapan pengoperasian Fase 1B. Jika seluruh layanan tersebut terhubung, penumpang di Manggarai nantinya memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan tanpa harus bergantung pada satu moda transportasi.
KAI juga menyiapkan pengembangan kawasan dengan memperhatikan koneksi antarmoda, jalur pedestrian, ruang publik, serta berbagai aktivitas perkotaan. Konsep tersebut menjadi bagian dari arah pengembangan kawasan berbasis transportasi atau transit-oriented development (TOD).
Anne mengatakan kemudahan berpindah moda akan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Manggarai. “Semakin mudah masyarakat berpindah dari satu moda ke moda lainnya, semakin besar manfaat transportasi publik bagi kota,” katanya.
Dengan sekitar 162 ribu pergerakan pelanggan setiap hari, tantangan berikutnya bagi Manggarai bukan sekadar meningkatkan jumlah layanan, tetapi memastikan perpindahan antarmoda tidak justru membuat perjalanan warga semakin rumit.(knu)
Baca juga:
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit