Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival

Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026

MerahPutih.com - Kota Solo kembali terlempar dari predikat Kota paling toleran di Indonesia selama dua tahun terakhir dari hasil survei indeks kota toleran Setara Institute 2026.

Kota Solo sendiri kali terakhir menjadi 10 besar Kota Toleran pada 2024. Data indeks kota toleran Setara Institute 2026, peringkat pertama adalah Kota Salatiga (skor 6,492).

Menanggapi hasil survei tersebut, Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mendorong agar Kota Bengawan menjadi Kota yang paling toleran di Indonesia.

“Jika toleransi dan ketertiban umum menjadi prinsip utama yang akan terus dijaga dan ditingkatkan Pemkot Solo. Ini jadi bahan evaluasi,” kata Respati (24/4).

Baca juga:

Persis Solo Lebih Pede Menatap Laga Tandang Melawan Persija Jakarta

Hasil Kajian Setara Institute yang meletakkan kedudukan Kota Solo berada di peringkat 12 sebagai Kota Toleran se-Indonesia berdasarkan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Hasil kajian Indeks Kota Toleran yang dilakukan oleh Setara Institute, kata dia, menjadi modal dan cambuk bagi Pemkot Solo untuk terus berbenah.

“Toleransi di Kota Solo menjadi pedoman dalam menjaga perdamaian dan kondusifitas antar masyarakat. Toleransi di Kota Solo itu harga mati bagi kami, ketertiban umum itu harga mati bagi kami,” kata dia.

Hasil kajian Setara Institute, kata dia, ini menjadi motivasi dan tidak menjadikan patah semangat. Pemkot Solo terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Kota Solo sebagai kota toleran.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Kota Solo sebagai kota toleran. Maka dari itu, kami akan selalu berbenah supaya tahun depan kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” kata Respati.

Pemkot Surakarta memastikan akan terus menjamin tiap warga bisa beribadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing dan terus memberikan fasilitas dan pendampingan dalam kegiatan keagamaan.

Respati menyampaikan kedepan akan ada festival dalam rangka peringatan Hari Raya Waisak di Kota Solo.

“Nanti ketika kita akan ada kegiatan festival di Hari Raya Waisak. Ini bukti bahwa kami menjamin kebebasan beribadah dan atensi dengan event-event keagamaan,” paparnya.

Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.

Berikut ini peringkat 10 terbesar kota toleran berdasarkan indeks kota toleran Setara Institute:

Baca Artikel Asli