Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Kuliner Dunia

Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun

Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM — SAWI putih kini jadi sumber kecemasan baru di Korea Selatan. Hal itu terjadi setelah otoritas China meluncurkan pemeriksaan keamanan pangan secara nasional setelah sejumlah penjual sawi putih di China bagian utara diketahui menggunakan larutan formaldehida untuk menjaga kesegaran sayuran. Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.

Formaldehida diklasifikasikan sebagai karsinogen Grup 1, yakni zat yang diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR) pada Minggu (23/8) mengatakan telah memerintahkan otoritas setempat menyelidiki dan segera menangani penggunaan larutan formaldehida di Kabupaten Kangbao, Zhangjiakou, Provinsi Hebei. Pernyataan tersebut dikutip kantor berita pemerintah China, Xinhua, pada Senin.

Bersama Kantor Keamanan Pangan Dewan Negara dan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan, SAMR juga memerintahkan otoritas untuk melacak jalur distribusi sawi putih yang terdampak serta mencegahnya masuk ke pasar.

Otoritas di berbagai wilayah juga diminta mengambil sampel khusus dan pemeriksaan pasar secara nasional, dengan sasaran sawi putih serta sayuran lain yang mudah membusuk.

Baca juga:

Jelang Idul Fitri, Kolang Kaling dan Timun Suri Aman Formalin



Video Pendek Ungkap Penggunaan Formaldehida



Kasus tersebut terungkap setelah sebuah akun di Douyin, platform media sosial China yang merupakan versi lokal TikTok, mengunggah video yang direkam di sebuah lahan perkebunan kubis di Kabupaten Kangbao. Dalam rekaman terlihat para pekerja mengambil sawi putih satu per satu dan mencelupkan bagian pangkalnya ke wadah berisi cairan sebelum memasukkannya ke truk.

Beberapa wadah bertuliskan 'larutan formaldehida' juga terlihat di lokas
Seseorang yang berada di tempat tersebut mengatakan dalam video bahwa perlakuan tersebut dapat membuat sawi putih tetap segar selama tambahan dua hingga tiga hari. “Penyelidikan awal mengonfirmasi bahwa tuduhan yang disampaikan dalam video tersebut benar,” kata Pemerintah Kabupaten Kangbao.

Menurut pemerintah setempat, praktik tersebut merupakan tindakan ilegal yang dilakukan seorang pembeli untuk menjaga kesegaran sayuran selama proses pengangkutan.

Pihak keamanan setempat telah mengambil tindakan dan masih melanjutkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kasus ini kemudian memicu kekhawatiran di kalangan pelaku distribusi produk pertanian di China.


Pasar Terbesar Beijing Pastikan Sawi Putih Terdampak Tidak Masuk



Otoritas Distrik Fengtai, Beijing, mengatakan pada Minggu bahwa Pasar Xinfadi, pasar grosir produk pertanian terbesar di Beijing, telah memeriksa secara menyeluruh jalur pasokannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan sawi putih dari wilayah yang terdampak tidak masuk ke pasar tersebut.

Sementara itu, Pasar Sayuran Zhongcai di Nanjing melarang sepenuhnya masuknya sawi putih dari Kabupaten Kangbao dan mewajibkan pemeriksaan formaldehida terhadap sawi puith yang dipasok dari wilayah lain.

Hingga kini belum diketahui seberapa luas sawi putih yang terdampak telah didistribusikan di dalam China atau apakah sebagian di antaranya telah diekspor ke luar negeri, termasuk ke Korea Selatan.



Korea Selatan Perketat Pemeriksaan Sawi Putih Impor China



Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Korea Selatan (MFDS) mengatakan pada Senin bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kedutaan Besar Korea Selatan di China dan sejumlah jalur lainnya untuk memastikan apakah sawi putih yang terkait dengan kasus formaldehida tersebut telah diekspor ke Korea Selatan.

“Kami sedang memeriksa apakah sawi putih China yang terkait dengan penggunaan formaldehida telah diekspor ke Korea melalui Kedutaan Besar Korea di China dan jalur lainnya,” kata kementerian tersebut.

“Kami juga telah memperketat pemeriksaan impor terhadap sawi putih China dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika informasi tambahan telah dikonfirmasi,” lanjutnya.(dwi)

Baca juga:

Takjil Berformalin Masih Beredar di Jakarta, Dijual di Pasar Rawamangun

Baca Artikel Asli