Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Sheila On 7 dan Arah Baru Rilisan: Menuju Album atau Konsisten dengan Single?

Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - PERJALANAN Sheila On 7 dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pola yang menarik, sekaligus membuka ruang spekulasi soal arah rilisan mereka di masa depan: apakah akan kembali ke format album penuh atau tetap konsisten merilis single secara bertahap.

Setelah enam tahun sejak perilisan Film Favorit, band yang digawangi Eross Candra, Akhdiyat Duta Modjo, dan Adam Muhammad Subarkah ini akhirnya kembali dengan single Memori Baik. Lagu tersebut menjadi penutup 2024 yang cukup emosional, sekaligus menandai pergeseran tema dalam katalog mereka. Jika sebelumnya Sheila On 7 dikenal lewat lagu-lagu bertema asmara, Memori Baik justru mengangkat hubungan orangtua dan anak, tema yang lebih reflektif dan dewasa.

Menariknya, lagu ini bukan karya yang lahir dalam waktu singkat. Eross mengungkap Memori Baik sudah ditulis sejak masa pandemi, sekitar empat tahun sebelumnya. Awalnya, lagu tersebut tidak berbicara tentang relasi orangtua dan anak, tapi berangkat dari kegelisahan personal di tengah situasi yang tidak menentu. Seiring waktu, maknanya berkembang menjadi lebih spesifik dan emosional. Proses ini menunjukkanSheila On 7 kini tampaknya lebih memberi ruang bagi lagu untuk 'matang' secara alami sebelum dirilis.

Memasuki 2026, mereka kembali merilis single Sederhana melalui 507 Records, bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan band. Momentum ini bukan hanya simbolis, melainkan juga strategis. Alih-alih mengumumkan album baru, Sheila On 7 justru menegaskan pendekatan mereka saat ini: merilis karya dalam format single secara bertahap, mengikuti timeline yang telah disusun.

Baca juga:

Lewat 'Sederhana', Sheila on 7 Ajak Generasi Muda Hidup Sesuai Porsinya



Pilihan ini tentu tidak lepas dari perubahan lanskap industri musik. Di era digital, perilisan single memungkinkan musisi untuk tetap relevan, menjaga koneksi dengan pendengar, dan merespons dinamika pasar dengan lebih fleksibel. Dalam konteks ini, Sheila On 7 terlihat tidak sekadar mengikuti tren, tetapi juga menyesuaikan strategi tanpa kehilangan identitas mereka.

Namun, apakah ini berarti mereka tidak akan merilis album lagi?

Belum tentu. Justru pola rilisan saat ini bisa dibaca sebagai fase transisi. Dengan merilis single secara berkala, Sheila On 7 seperti sedang membangun kumpulan materi yang suatu saat bisa dirangkum menjadi album utuh. Apalagi jika melihat bagaimana Memori Baik dan Sederhana sama-sama memiliki pendekatan lirik yang lebih personal dan reflektif. Ada benang merah yang berpotensi menjadi fondasi sebuah album konseptual.

Di sisi lain, ada kemungkinan Sheila On 7 memang memilih untuk sepenuhnya beralih ke format single. Dengan basis penggemar yang kuat seperti Sheilagank, mereka tidak lagi bergantung pada siklus album konvensional untuk menjaga eksistensi. Setiap single bisa menjadi event tersendiri, seperti yang terlihat pada perilisan Sederhana yang dikaitkan langsung dengan momen ulang tahun ke-30 mereka.

Dengan melihat semua ini, arah Sheila On 7 di masa depan tampaknya akan tetap fleksibel. Mereka berada di posisi yang cukup nyaman untuk menentukan ritme sendiri, tidak terikat oleh tuntutan industri, tetapi tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Jika harus memprediksi, amat mungkin mereka akan terus merilis single dalam waktu dekat, sambil secara perlahan mengumpulkan materi. Apakah itu akan berujung pada album baru? Sangat mungkin. Tapi jika tidak pun, Sheila On 7 sudah membuktikan mereka tetap bisa bertahan, bahkan berkembang, tanpa harus mengikuti pola lama.(Far)

Baca juga:

Sheila On 7 Rilis 'Sederhana' di Usia ke 30 Tahun, Kado Spesial untuk Sheilagank

Baca Artikel Asli