MerahPutih.com - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar lebih dari 170 lokasi militer dalam dua hari, termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pesisir, infrastruktur rudal dan drone, infrastruktur angkatan laut, serta fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Serangan itu bertujuan mencegah serangan lebih lanjut terhadap pelayaran internasional.
Serangan Amerika Serikat terhadap lima provinsi di Iran dalam dua hari terakhir itu, menewaskan, sedikitnya 14 orang dan melukai 78 lainnya.
Amerika Serikat telah menyasar lima provinsi di Iran pada 8 dan 9 Juli,
tulis Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, dalam unggahannya di media sosial X.
Menurut kementerian, 47 korban luka masih menjalani perawatan di rumah sakit, sementara korban lainnya telah dipulangkan setelah mendapatkan penanganan medis.
Baca juga:
Pratama Arhan Ingin Kehadirannya di Persija Diingat Lewat Karakter dan Profesionalismenya
Sebanyak tiga dari jumlah korban tewas merupakan akibat dari serangan di dekat Kota Ahvaz, Iran barat daya, menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA, yang mengutip Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan Bidang Keamanan, Valiollah Hayati.
Data korban terbaru ini diumumkan saat kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah runtuhnya gencatan senjata yang rapuh yang dicapai bulan lalu.
Eskalasi dimulai setelah Amerika Serikat menuduh Iran menyerang tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Tuduhan itu mendorong Washington melancarkan gelombang serangan berturut-turut terhadap sasaran militer Iran di sepanjang pesisir selatan negara tersebut.