Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya

Dwi Astarini - 1 jam, 52 menit lalu

MERAHPUTIH.COM — SEORANG pria secara tidak sengaja menelan sebuah earbud nirkabel saat sedang tidur di malam hari dalam sebuah insiden menakutkan. Pada akhirnya, pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.

Seperti dilansir The Korea Times, pria ini mengaktifkan fitur suara peringatan untuk melacak earbud-nya yang hilang. Ia lalu mendengar bunyi bip yang berasal dari dalam perutnya. Tanpa pikir panjang, ia bergegas pergi ke rumah sakit.

Kasus ini dilaporkan para dokter di All India Institute of Medical Sciences di Raebareli dan Government Medical College and Hospital di Chandigarh, India. Kasus ini bahkan diterbitkan dalam jurnal medis internasional, Cureus.

Berdasarkan laporan tersebut, pria berusia 33 tahun itu tertidur saat mendengarkan musik dan terbangun dengan sensasi seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Rasa tidak nyaman itu hilang setelah ia menelan ludah beberapa kali. Ia mengaku samar-samar mengingat telah menelan sesuatu.

Baca juga:

Jangan Salah Pilih, Ketahui Perbedaan TWS, Earphone, dan Earbuds



Ketika bangun di pagi hari, ia menyadari salah satu earbud-nya hilang. Ia lalu segera mengaktifkan fitur Find My Earbuds di ponsel pintarnya. Namun, ia terkejut saat mendengar suara bip justru terpancar dari dalam perutnya sendiri. Ia pun langsung bergegas ke unit gawat darurat. Pria tersebut tiba di UGD sekitar enam jam setelah diperkirakan menelan earbud tersebut. Ia tidak mengalami muntah maupun nyeri perut, serta tidak mengalami kesulitan saat menelan makanan. Hasil pemeriksaan rontgen (x-ray) memperlihatkan earbud dalam kondisi utuh berukuran 2,6 x 1,7 sentimeter berada di dalam lambungnya.

Karena earbud telah melewati kerongkongan (esofagus) dan pria tersebut tidak menunjukkan gejala yang parah, para dokter memutuskan untuk memantau kondisinya di rumah sakit. Pemeriksaan rontgen perut dilakukan setiap enam jam sekali untuk melacak pergerakan perangkat tersebut.

Earbud itu terlihat bergerak turun mengikuti saluran pencernaan seiring dengan gerakan usus. Namun, sekitar 24 jam setelah pria tersebut tiba di rumah sakit, benda itu berhenti bergerak di perut bagian kanan bawah. Rontgen yang dilakukan selama 24 jam berikutnya menunjukkan tidak ada perubahan posisi. Pria itu juga mulai merasakan ketidaknyamanan ringan pada perutnya.

Para dokter akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan earbud tersebut melalui prosedur kolonoskopi. Setelah memberikan obat pencahar pembersih usus dan obat penenang (sedatif), para dokter memasukkan endoskop. Earbud tersebut ditemukan di sekum (usus buntu/bagian awal usus besar). Dengan menggunakan alat jaring pengambil berukuran kecil, dokter berhasil mengamankan dan mengeluarkannya.

Pelindung luar earbud tersebut tetap utuh, dan tidak ditemukan adanya kerusakan pada dinding usus.Pria tersebut dipantau selama 24 jam setelah prosedur hingga akhirnya diperbolehkan pulang. Pemeriksaan lanjutan pada satu minggu dan satu bulan kemudian menunjukkan tidak adanya komplikasi.

Berbeda dengan benda asing biasa, earbud nirkabel mengandung baterai yang dapat diisi ulang. Jika pelindungnya rusak atau isi baterainya bocor, hal itu dapat melukai dinding saluran pencernaan. Pada kasus yang parah, komplikasi seperti perforasi (kebocoran/robeknya) lambung atau usus dapat terjadi.

Dalam makalah ilmiah mereka, para dokter menulis keputusan penanganan harus disesuaikan secara individual tergantung pada kondisi pasien, karakteristik perangkat, lokasinya di dalam tubuh, serta apakah hasil pemindaian berulang menunjukkan adanya pergerakan atau tidak.

Mereka menambahkan pengangkatan melalui kolonoskopi dapat dipertimbangkan ketika suatu perangkat tersangkut atau berhenti bergerak di dalam saluran pencernaan.(dwi)

Baca juga:

Terlalu Sering Gunakan Headphone, Earphone, dan Earbud Sebabkan Gangguan Pendengaran

Baca Artikel Asli