Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Senggolan Bawa Petaka! Kemenkes Uganda Haramkan Warga Jabat Tangan Demi Cegah Penularan Wabah Ebola

Angga Yudha Pratama - Rabu, 20 Mei 2026

Merahputih.com - Aroma kecemasan mendadak menyelimuti wilayah perbatasan timur Benua Afrika saat ritual ramah-tamah harian harus terhenti seketika. Telapak tangan kini harus tetap berada di dalam saku pakaian, menjauhi sentuhan fisik sesama manusia guna menghindari kejaran kasus Ebola mematikan. Protokol kesehatan ketat mendadak mengubah cara bersosialisasi warga demi memutus rantai penularan virus mematikan tersebut.

Kementerian Kesehatan Uganda menetapkan larangan menjabat tangan serta praktik menyapa lain berpotensi menyebabkan penularan penyakit. Langkah drastis ini menyusul terkonfirmasinya dua kasus Ebola masuk ke wilayah mereka.

Baca juga:

Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau

Nile Post melaporkan, Kemkes Uganda terus memonitor dinamika penyakit di negara tersebut serta mengambil langkah pencegahan penularan. Saat ini, otoritas setempat mendeteksi dua kasus Ebola di Uganda, dengan salah satu pasien berujung fatal. Dua individu terinfeksi tersebut berstatus warga negara Republik Demokratik Kongo (DRC).

Status Darurat Global WHO

Melihat eskalasi ancaman, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC). Keputusan ini keluar setelah grafik penularan menunjukkan tren kenaikan mengkhawatirkan.

Pemerintah harus bertindak cepat memonitor pergerakan warga perbatasan,

tegas perwakilan otoritas kesehatan sebagaimana dikutip Antara.

Tetangga jadi Ancaman Nyata

Data terbaru otoritas DRC mencatat 131 kematian akibat virus tersebut terjadi di negara tetangga Uganda. Padahal, laporan medis menunjukkan wabah Ebola terjadi di DRC sebelumnya sempat dinyatakan berakhir pada Oktober 2025.

Baca juga:

Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus

Kini, kerja sama lintas batas menjadi fokus utama penanganan pandemi. Uganda memperketat pos pemeriksaan kesehatan sepanjang wilayah perbatasan darat guna memastikan tidak ada lagi kasus impor masuk tanpa terdeteksi.

Negara Jumlah Kasus Terdeteksi Jumlah Kematian Tercatat Kebijakan Darurat Diambil Status WHO
Uganda 2 Kasus (Warga Kongo) 1 Korban Jiwa Larangan jabat tangan & kontak fisik Darurat Global (PHEIC)
Kongo (DRC) Klaster Utama 131 Korban Jiwa Isolasi wilayah & pelacakan kontak Darurat Global (PHEIC)
Baca Artikel Asli