MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat kasus tuberkulosis (Tb) di Indonesia sudah lebih dari 1 juta kasus. Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb. Hal itu diungkap Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus atau dr Benny saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas penyakit Tb di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (13/11).
"Hari ini, kasus Tb diperkirakan ada 1.090.000. Penderita yang sampai hari ini sudah kita obati 700.000 sekian. Kita harapkan akhir tahun bisa mencapai 900.000," ujarnya.
Benny menyebut pihaknya senang jika ada temuan kasus Tb. Dengan begitu, pengidap Tb bisa langsung ditangani tim dokter di rumah sakit. Pasalnya, kalau kasus Tb tidak ditemukan, pihaknya tidak dapat mengobati. Fatalnya, itu bisa menyebabkan kematian.
"Jadi, dua tahun terakhir ini, kalau banyak kasus Tb ditemukan, itu bagus. Kalau ditemukan kan diobati, habis. Kalau enggak ditemukan, ya jumlahnya banyak, tiba-tiba meninggal di mana-mana," ucapnya.
Baca juga:
Cek Kesehatan Gratis juga Berlaku untuk Balita dan Anak, Bisa Periksa Tuberkulosis Hingga Talasemia
"Bayangkan kalau yang meninggal di atas 125.000. Mereka yang meninggal karena Tb lebih banyak daripada COVID-19, tapi kita enggak anggap karena penyakitnya kan slow, jalannya pelan-pelan," lanjutnya.
Ia bercerita kasus Tb ini sempat naik saat merebaknya kasus COVID-19 rentan waktu pada 2020-2022.
"Jadi, tahun 2020 ke 2021 kasus Tb naik dari 700.000 menjadi sekitar 800.000. Kenapa? Waktu itu pandemi, jadi orang banyak enggak berobat. Jadi kasusnya naik. Terus 2022, jumlah kasus Tb di Indonesia sekitar 850.000. Pengidap yang diobati dari 400.000 naik jadi sekitar 600.000," pungkasnya.(Asp)
Baca juga:
Kasus Tuberkulosis Capai Angka Tertinggi, Penyakit Menular Berbahaya Melebihi COVID-19