Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Seluruh Kuba Gelap Gulita Ketiga Kalinya Tahun Ini, Imbas Embargo AS

Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026

MerahPutih.com - Kuba kembali mengalami pemadaman listrik berskala nasional setelah jaringan listrik di seluruh negeri runtuh sejak Senin (6/7) kemarin.

Ambruknya sistem aliran listrik di negeri berpaham komunis itu merupakan imbas dari embargo energi minyak yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) sejak awal 2026.

Baca juga:

Kirim USS Abraham Lincoln, Trump Ancam Bakal Lenyapkan Kuba dalam Sekejap

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba mengungkapkan matinya aliran listrik di seluruh wilayah negara itu merupakan kejadian ketiga sepanjang tahun ini.

Telah terjadi pemutusan total sistem kelistrikan,

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba, dalam keterangannya resmi negara, dikutip Selasa (7/7)

1 Pembangkit Listrik Berhasil Dipulihkan

Per hari ini, perusahaan pengelola energi Union Electrica de Cuba melaporkan salah satu unit pembangkit di Energás Boca de Jaruco, Santa Cruz del Norte, Provinsi Mayabeque, telah berhasil dipulihkan.

Protokol pemulihan telah diaktifkan,

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba

Kementerian Energi dan Pertambangan Kuba mengungkapkan pembangkit yang menyuplai kawasan Provinsi Mayabeque telah kembali beroperasi dengan kapasitas 313 megawatt (MW).

Baca juga:

Air Canada Tutup Semua Penerbangan ke Kuba, Imbas Krisis Avtur

Embargo Energi Amerika Serikat Sejak Awal Tahun

Krisis energi di Kuba tidak lepas dari embargo minyak yang diberlakukan Amerika Serikat sejak Januari 2026. Dilansir Antara, Washington juga mengancam akan mengenakan tarif atas impor dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Baca juga:

AS Incar Profit, Larangan Minyak Venezuela Masuk Kuba Dilonggarkan Khusus Sektor Swasta

Pemerintah Kuba menuding langkah tersebut sebagai upaya untuk “mencekik perekonomian dan memperburuk kondisi kehidupan warga”.

Embargo energi ini memperparah kelangkaan bahan bakar dan mengganggu sektor transportasi, produksi pangan, layanan kesehatan, hingga pendidikan di negara kepulauan itu. (*)

Baca Artikel Asli