Sekjen PSI Kasihan Prabowo Nanti Ditertawai Orang se-Indonesia

Senin, 05 November 2018 - Wisnu Cipto

MerahPutih.com - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menilai aksi Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda 5) melaporkan dirinya ke Bawaslu malah akan membuat Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto malu sendiri.

"Tapi silakan saja lapor. Jangan diketawain orang se-indonesia karena mengada-ada," kata Antoni saat dikonfirmasi awak media, Jakarta, Senin (5/11).

"Apa karena enggak ada peluru menyerang jadi asal serang. Saya kasihan ke Pak Prabowonya sih. Pasti malah tambah ganggu image beliau," imbuh Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf itu.

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni

Terkait tuduhan mengadu domba dan menyebar provokasi terkait pernyataannya di sejumlah media massa, Raja sendiri tidak mau ambil pusing.

Raja pun mempersilakan pihak yang tidak setuju untuk mendebatnya. "Itu sebuah pernyataan pers saya. Hasil pengamatan saya atas dinamika politik. Boleh setuju boleh gak. Terserah saja. Kalau gak setuju bantah saja. Silakan," tandas dia.

Sebelumnya, Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda 5) melaporkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ke Bawaslu, Senin (5/11). Kuasa hukum Sapda 5 , Yandri Sudarso, mengatakan laporan tersebut terkait pernyataan Raja Juli di media massa yang dinilai Provokatif dan tanpa dasar.

"Jadi, kami mendampingi pelapor untuk melaporkan saudara Raja Juli Antoni karena ada dugaan melanggar pasal 280 ayat 3 butir c dan d UU Pemilu," kata dia kepada awak media di Gedung Bawaslu RI, Senin (5/11).

raja
Solidaritas Advokat Penjaga Demokrasi (Sapda 5) melaporkan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ke Bawaslu, Senin (5/11). Foto: MP/Fadhli

Yandri memaparkan, sebagaimana disebutkan di butir c bahwa pelaksana pemilu peserta pemilu atau timses paslon dilarang menghina seseorang atau masyarakat atau salah satu paslon. "Di media massa kami baca, dikatakan bahwa bapak Prabowo sosok emosional. Kemudian ada juga dinyatakan tidak ada partai kecuali gerindra yang serius memenangkan Prabowo-Sandi," ungkap Yandri.

Jadi, lanjut Yandri, pernyataan Sekjen PSI itu menghina dan menghasut mengadu domba pemilih dan partai pendukung. "Laporan sudah disampaikan dan sudah diterima. Tadi serahkan berkas dari internet sumber berita dari beberapa media online," tandas dia. (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan