Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Sejarah Hattrick Piala Dunia: Messi Tikung Ronaldo, Gol Gabriel Batistuta Paling Sulit Dipecahkan

Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026

Merahputih.com - Panggung termegah sepak bola jagat raya kembali menyajikan sihir magis lewat torehan tiga gol penentu kemenangan dalam satu pertandingan. Catatan emas bertajuk hattrick Piala Dunia kini resmi berlipat ganda menjadi 55 kali sepanjang sejarah bergulirnya turnamen empat tahunan ini.

Sejarah baru itu diciptakan oleh Lionel Messi. Laga pembuka grup Piala Dunia 2026 tanggal 16 Juni 2026 menjadi saksi bisu kehebatan sang legenda hidup Argentina.

Lionel

Menghadapi Aljazair, penyerang kidal tersebut membukukan tiga gol sekaligus membawa Tim Tanggo menang mutlak 3-0.

Baca juga:

Lionel Messi Mewek Usai Cetak Gol, Senggol Nama Rafael Nadal Hingga Ronaldo Botak

Momen bersejarah ini mengukuhkan nama Lionel Messi sebagai pemain tertua sepanjang sejarah turnamen pencetak tiga gol dalam satu laga, melewati rekor milik Cristiano Ronaldo.

Hebatnya lagi, gol ketiga dalam laga ke-200 bersama tim nasional tersebut menyamai rekor 16 gol Piala Dunia milik legenda Jerman, Miroslav Klose.

Sihir Salenko hingga Hattrick Kilat Kiss

Sejarah mencatat berbagai kisah unik seputar torehan tiga gol atau lebih dalam satu laga turnamen major ini. Mulai dari jumlah gol terbanyak satu laga hingga pencapaian durasi waktu tersingkat mencetak gol.

Berikut pointer fakta menarik sepanjang sejarah hattrick kompetisi tertinggi antarnegara:

Kutukan Tiga Gol dan Panggung Final

Mencetak tiga gol tidak selalu berujung kemenangan manis bagi tim lapangan hijau.

Catatan kelam memperlihatkan tiga pemain harus menelan kekalahan meski mencetak hattrick, termasuk Ernst Wilimowski saat Polandia takluk 5-6 dari Brasil pada edisi 1938.

Skenario serupa menimpa Kylian Mbappe pada final edisi 2022, kalah adu penalti dari Argentina pasca-skor imbang 3-3 sepanjang laga.

Kylian

Sektor partai puncak juga mencatat sejarah langka tersendiri bagi penyerang tajam. Sepanjang sejarah, hanya Geoff Hurst (Inggris, 1966) dan Kylian Mbappe (Prancis, 2022) sanggup mencetak tiga gol pada babak final.

Turnamen edisi 1958 Swedia menjadi tahun paling subur sepanjang sejarah kompetisi dengan terciptanya delapan kali hattrick. Sementara itu, edisi 2006 Jerman menjadi satu-satunya turnamen tanpa catatan hattrick sama sekali.

Baca juga:

Hat-trick dalam Kemenangan 3-0 Timnas Argentina atas Aljazair Buatnya Samai Rekor Miroslav Klose, Lionel Messi Merasa Beruntung

Baca Artikel Asli