Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga

Satlak Prima Berlakukan Program Kepelatihan Individual

Ana Amalia - Senin, 04 Januari 2016

MerahPutih Olahraga - Tahun 2016 bakal menjadi babak baru Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Hal tersebut ditandai adanya program latihan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet.

Ketua Satlak Prima, Laksamana TNI (Purn) Achmad Soetjipto, menerangkan jika program dibuat dengan fokus pada individu atlet tersebut. Sehingga, performa puncak atlet diharapkan mampu ditingkatkan menjelang tampil pada multi event seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade.

Mantan KS-AL tersebut menambahkan, program kepelatihan individual akan diberlakukan setelah seluruh atlet yang masuk dalam Surat Keputusan (SK) Pelatnas Satlak Prima menjalani tahapan penelusuran (screening) kondisi fisik Januari 2016. Setelah ditentukan atlet akan dimasukkan dalam pengelompokan (cluster) tertentu.

"Perlakuan terhadap atlet yang sudah ditentukan dalam cluster-cluster itu akan berbeda. Perlakuan terhadap Eko Yuli Irawan misalnya, akan berbeda dengan perlakuan terhadap atlet  lainnya. Ini disesuaikan dengan hasil screening tersebut," ujar Soetjipto di Kator Satlak Prima, Gedung PP-ITKON, Kemenpora, Jakarta.

Proses screening akan sangat berguna untuk menentukan kebutuhan latihan yang juga meliputi kebutuhan gizi dan kesehatan bagi atlet yang akan bertanding Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil. Sedangkan untuk atlet yang diproyeksikan berlaga di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018 akan kembali menjalani tes peningkatan fisik pada bulan Maret.

Pada Olimpiade Rio 2016, ditargetkan ada 33 atlet Indonesia yang bisa berlaga. Saat ini, Indonesia baru memastikan 10  tiket Olimpiade yang terdiri dari 7 tiket angkat besi, 2 tiket panahan, dan 1 tiket atletik.

"Untuk bulu tangkis, proses kualifikasi masih berjalan hingga pertengahan 2016. Bila dilihat dari ranking memang banyak yang sudah lolos. Tapi untuk penentuannya baru dilakukan pada pertengahan tahun depan. Masih banyak pertandingan yang akan dijalani," ucap Soetjipto.

Tanpa mengecilkan peran cabang olahraga lainnya, harapan untuk merebut kembali tradisi medali emas di Olimpiade Rio tetap bertumpu pada bulu tangkis.

Untuk itu, Satlak Prima mengharapkan keterbukaan dari Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam melaporkan kondisi para atletnya. Dengan demikian, semuanya akan bisa diantisipasi sejak dini. (Esa)

Baca juga:

  1. Menpora Minta Satlak Prima Serius Persiapkan Atlet untuk AG 2018
  2. Kepelatihan Performa Tinggi, Satlak Prima Dorong PB Samakan Persepsi
  3. Satlak Prima Minta PB Terapkan Program Kepelatihan Performa Tinggi
  4. Perbaiki Prestasi, Satlak Prima Segera Pantau Kualitas Atlet
  5. Satlak Prima Dukung Cabor Lolos Olimpiade 2016
Baca Artikel Asli