MerahPutih.com - Masyarakat mengeluhkan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp 17.734 per dollar Amerika.
Merosotnya nilai rupiah akan berimbas pada kenaikan bahan pangan di tingkat nasional.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal lemahnya nilai tukar rupiah pada dolar bakal berimbas melonjaknya harga pangan. Pramono pun menanggapinya dengan candaan.
Saat ini, kebetulan dirinya tidak membawa uang dolar di dompetnya. Ia pun tidak menanggapinya dengan lanjut.
"Sedangkan untuk urusan dolar, hari ini saya enggak punya dolar, enggak bawa dolar. Saya enggak bawa dolar," kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (19/5).
Baca juga:
Menkeu Purbaya Minta Masyarakat tak Panik Hadapi Nilai Rupiah Melemah
Sementara itu, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
"Jadi jangan khawatir," kata Menteri Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/5).
Menurut Purbaya, kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini dinilai masih berada dalam posisi yang kuat. Ia pun akan terus menggenjot penguatan ekonomi nasional.
"Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi," ucapnya.
Ia menilai, tekanan terhadap mata uang domestik diproyeksikan hanya bersifat sementara dan akan segera mereda dalam waktu dekat.
Baca juga:
Rupiah Melemah ke Rp 17.717 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Minta Masyarakat Tak Panik
Pemerintah Mulai Intervensi Pasar Obligasi
Pemerintah kini mulai mengintervensi pasar obligasi melalui skema dana stabilisasi obligasi atau bond stabilization fund (BSF) seiring masuknya kembali investor asing.
"Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit demi sedikit, asing juga mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar," tuturnya.
Ia juga membantah tudingan sejumlah mengenai adanya masalah pada kondisi fiskal negara. Ia memastikan, bahwa postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) masih sehat dan berencana menggelar jumpa pers untuk memaparkan data tersebut.
"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka gak ngerti apa yang kita kerjakan," tegasnya. (Asp)