MerahPutih.com - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat hingga menyentuh level Rp 17.717 memicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan daya beli, terutama bagi kelompok menengah ke bawah.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat untuk tidak panik menghadapi tekanan terhadap rupiah yang terjadi belakangan ini.
“Jadi jangan khawatir,” kata Menteri Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/5).
Menurut Purbaya, fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih berada dalam kondisi yang kuat. Pemerintah, kata dia, juga terus berupaya mempercepat penguatan ekonomi nasional agar tetap tumbuh positif di tengah tekanan global.
“Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi,” ujarnya.
Baca juga:
Masih Perlu 2 Bulan Lagi, Gubernur BI Berikan Janji Rupiah Menguat di Juli Nanti
Ia menilai tekanan terhadap mata uang domestik hanya bersifat sementara dan diproyeksikan mulai mereda dalam waktu dekat.
Pemerintah saat ini disebut mulai melakukan intervensi di pasar obligasi melalui skema bond stabilization fund (BSF). Langkah tersebut dilakukan seiring mulai masuknya kembali investor asing ke pasar keuangan domestik.
“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit demi sedikit, asing juga mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar,” tuturnya.
Baca juga:
Rupiah Tembus Rp 17.701 per Dolar AS, DPR Ingatkan Dampaknya Bisa Terasa hingga Desa
Purbaya juga membantah anggapan sejumlah pihak yang menyebut kondisi fiskal Indonesia sedang bermasalah. Ia menegaskan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih dalam kondisi sehat.
Menurutnya, pemerintah bahkan akan menggelar konferensi pers untuk memaparkan data terkait kondisi fiskal dan APBN kepada publik.
“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka gak ngerti apa yang kita kerjakan,” tegasnya. (Asp)