MerahPutih.com - Politikus Partai Demokrat Roy Suryo mengkritik rencana Presiden Joko Widodo yang ingin menambah jumlah wakil menteri di berbagai jabatan baru. Sebab, dengan memperbanyak jumlah birokrasi, tak menjamin adanya perbaikan kualitas pemerintahan.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) era Presiden SBY ini mengingatkan untuk lebih mementingkan kualitas ketimbang kualitas berkaitan dengan rencana pemerintah menambah wakil menteri.
Baca Juga
"Sebaiknya Presiden Jokowi lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas agar mangkus dan sangkil," tulis Roy dalam keterangannya, Senin (11/11).
Menurut Roy, Jokowi sebaiknya mementingkan kualitas dari pada kuantitas karena sekarang saja sudah ada 12 wamen dan jika ditambah dengan KSP serta badan-badan lain maka kabinet akan terlihat gemuk.
Pria asal Yogyakarta itu menilai niat membuat Kabinet Indonesia Maju yang efektif dan efisien akan sulit tercapai karena koordinasi menjadi semakin panjang.
"Sebaiknya Presiden Jokowi perlu mengutamakan kualitas dari para pembantu-pembantu yang dipilihnya. Jangan malah sekadar mengejar kuantitas karena ujung-ujungnya juga akan membebani keuangan negara," kata dia
Baca Juga
Roy mengakui posisi wakil menteri sudah ada pada masa SBY. Pada era itu jumlah wakil menteri bahkan sampai 18 orang, antara lain Wamen Luar Negeri, Pertahanan, Hukum dan HAM, Keuangan, ESDM, Perdagangan, Pertanian, Perhubungan, Pekerjaan Umum, Kesehatan, hingga BUMN.
"Tapi apa iya, kalau baru 12 harus ditambah enam lagi? Dulu KSP (Kantor Staf Presiden) dan badan-badan tidak segemuk sekarang," tambah Roy.
Presiden Jokowi mengakui belum memutuskan untuk menambah wakil menteri baru, selain wamendikbud dan wakil Panglima TNI
Baca Juga
Penempatan Posisi Wakil Menteri di Kabinet Jokowi Terkesan Asal-asalan
"Belum," kata Presiden Jokowi usai menjadi inspektur Upacara Ziarah Nasional dalam rangka Hari Pahlawan di TMP Kalibata Jakarta, Minggu (10/11).
Jokowi juga menyebutkan belum ada Peraturan Presiden mengenai wamen baru. (Knu)