Merahputih.com - Jose Mourinho terharu setelah kembali menangani Real Madrid. Pelatih asal Portugal itu menyebut kesempatan kembali ke El Real setelah 13 tahun terasa seperti pulang ke rumah.
Mourinho menyampaikan perasaannya dalam acara perkenalan resmi yang digelar secara tertutup di Valdebebas.
Baca juga:
Meski berlangsung sederhana, pesan yang disampaikannya menunjukkan betapa istimewanya periode keduanya bersama Los Blancos.
Ini seperti pulang ke rumah. Secara emosional, rasanya bahkan lebih istimewa daripada kali pertama,
ujar Mourinho.
Kembalinya ke Real Madrid kali ini memiliki makna yang berbeda bagi Mourinho dibandingkan saat pertama kali datang. Jika dahulu ia datang dengan ambisi membawa Madrid mencapai level tertinggi, kini ikatan emosional dengan klub terasa jauh lebih kuat.
Saya adalah salah satu dari kalian. Seperti itulah saya selalu memandang diri saya. Kalian bisa membayangkan betapa berartinya bekerja untuk Real Madrid bagi saya,
katanya.
Misi Mourinho
Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya kembali bukan demi kepentingan pribadi. Menurut dia, menangani klub sebesar Real Madrid merupakan sebuah tanggung jawab besar.
Kata-kata saja tidak cukup karena ini sebuah misi. Ini bukan soal memikirkan diri sendiri atau apakah saya akan mendapat bayaran besar atau kecil,
ujarnya.
"Saya hadir di sini untuk membantu semua orang, para pemain dan staf, menjadi lebih baik," tutur Mourinho.
Mourinho Siapkan Staf untuk Periode Kedua
Mourinho kembali ke Real Madrid dengan kontrak tiga tahun yang berlaku hingga Juni 2029. Untuk menjalani periode keduanya, ia telah menyiapkan tim kepelatihan yang menggabungkan sejumlah orang kepercayaannya dengan sosok yang memiliki kedekatan dengan klub.
Baca juga:
Curhat Dean Huijsen Warisi Nomor Punggung Keramat Sergio Ramos di Real Madrid
Tim inti Mourinho:
- Joao Tralhao: Asisten
- Antonio Dias: Spesialis kebugaran
- Nuno Santos: Pelatih kiper
- Pedro Machado dan Roberto Merella: Analis performa.
- Sami Khedira: Staf pelatih
Yang menarik adalah adanya sosok mantan pemain Real Madrid dan Jerman, Sami Khedira, dalam staf Mourinho. Kehadirannya diharapkan membantu menjaga disiplin sekaligus memperkuat kepemimpinan di ruang ganti.
Kombinasi staf berpengalaman dan mantan pemain Madrid tersebut menjadi bagian dari upaya Mourinho membangun kembali fondasi tim.