MerahPutih.com - Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II diterjunkan ke 178 titik Sekolah Rakyat (SR) untuk mendampingi para siswa dalam program penguatan karakter kemandirian selama tinggal di asrama.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menjelaskan, program ini merupakan kolaborasi taktis antara Kementerian Sosial (Kemensos) dengan TNI.
Baca juga:
Anggota Kabinet Merah Putih Makan Bersama Layaknya Taruna Akmil
“Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri,” kata Agus Jabo, di Jakarta, Selasa (30/6).
1 Sekolah Rakyat Ditempatkan 5 Personel Taruna Akmil
Dalam teknis pelaksanaannya di lapangan nanti, Wamensos menjelaskan setiap titik Sekolah Rakyat akan dikawal lima personel taruna Akmil.
Para taruna akan bertugas membimbing siswa melakukan hal-hal sederhana seperti merapikan lemari, menata tempat tidur, kerapian seragam, menyetrika pakaian, hingga menyemir sepatu.
“Jadi kenapa taruna? Ya karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama," Wamensos Agus Jabo Priyono.
Fungsi Taruna Akmil Bukan Mengganti Peran Guru Kelas
Wamensos menegaskan, kehadiran taruna Akmil bukan untuk menggantikan peran guru di kelas, melainkan memberikan pendampingan praktis dalam kehidupan berasrama.
Menurut dia, pemilihan taruna Akmil didasarkan pada pengalaman empiris mereka yang matang dalam menjalani sistem kehidupan barak dan asrama, sehingga dinilai mampu menularkan karakter positif dengan pendekatan tepat.
Baca juga:
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Tak hanya melatih kedisiplinan dasar, para taruna Akmil juga bertugas memberikan pembinaan preventif guna memastikan lingkungan asrama bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk tindakan perundungan oleh senior.
"Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri,” tandas orang nomor dua di Kemensos itu. (*)