Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Republik Palau, Negara Tanpa COVID-19 yang Pertama Lakukan Vaksinasi

P Suryo R - Rabu, 06 Januari 2021

KEPULAUAN di Samudra Pasifik merupakan salah satu dari sedikit tempat di Bumi yang sepenuhnya bebas dari COVID-19. Salah satu negara di sana juga akan segera melakukan vaksinasi massal.

Republik Palau, negara kepulauan yang dihuni sekitar 18 ribu orang, menerima pengiriman pertama vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Moderna pada hari Sabtu (3/1). Vaksinasi dimulai pada hari berikutnya, seperti diumumkan Kementerian Kesehatan Palau melalui Twitter.

Baca Juga:

Penumpang Maskapai Ini Dapatkan “Healthy Kit”

palau
Negara kepulauan yang dihuni oleh 18 ribu jiwa. (Foto: 123RF/Peter K)

Pengiriman pertama termasuk 2.800 dosis vaksin, yang akan diberikan dalam dua suntikan, dengan jarak 28 hari. Petugas kesehatan, pejabat kunci dan kelompok rentan akan menjadi yang pertama menerima vaksin, menurut pernyataan kementerian.

Hingga saat ini, Palau belum mencatat satu pun kasus virus korona atau kematian terkait virus, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Pada bulan Januari, ketika virus mulai menyebar ke seluruh Asia dan Pasifik, Palau termasuk yang pertama menerapkan kontrol pembatasan sosial yang ketat. Perbatasannya sepenuhnya ditutup pada Maret, dan mulai melakukan tes COVID-19 pada warga pada April. Langkah-langkah ini adalah kunci untuk mencegah masuknya pandemi, kata duta besar Palau di PBB pada Mei 2020.

Sebagai negara merdeka yang memiliki asosiasi dengan Washington, Palau memiliki akses ke program vaksinasi massal COVID-19 Amerika Serikat, yang dikenal sebagai Operation Warp Speed (OWS).

Baca Juga:

Piring Melamin Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Faktanya

palau
Palau termasuk yang pertama menerapkan kontrol pembatasan sosial yang ketat. (Foto: 123RF/Natanael Alfredo Nemanita Ginting)

Kepulauan ini mencakup area seluas 459 kilometer persegi, sekitar seperenam dari ukuran Rhode Island, negara bagian AS terkecil. Ukuran kecil itu menempatkan Palau pada posisi utama untuk menjadi salah satu negara pertama yang diinokulasi untuk melawan COVID-19. Demikian disampaikan komandan penanggulangan bencana di Kementerian Kesehatan Ritter Udui.

"Kami beruntung berada dalam posisi di mana kami memiliki akses ke vaksin melalui OWS, dan ukuran kami yang kecil memudahkan kami untuk meluncurkan program," kata Udui seperti diberitakan cnn.com (6/1).

Dia menambahkan, warga negara tidak wajib menerima vaksin, jadi tujuan kami adalah untuk memvaksinasi sekitar 80% populasi. Kami berharap untuk mencapai herd immunity melalui program vaksinasi tersebut.

Baca Juga:

Mengenal Sensasi Kupu-Kupu di Perut dan Penyebabnya

palau
Kepulauan Palau sebesar 459 kilometer persegi. (Foto: 123RF/SAN HOYANO)

Palau awalnya merencanakan vaksinasi selesai pada Mei, tetapi Udui mengatakan tenggat waktu ini "mungkin akan diperpanjang" karena perlambatan distribusi dari AS.

Sylvia Osarch, 60, seorang dokter pengobatan geriatri, adalah orang pertama di Palau yang menerima vaksin pada hari Minggu (4/1). “Saya merasa bersemangat untuk menjadi contoh bagi komunitas saya. Saya ingin memberi tahu masyarakat bahwa saya menggunakan vaksin untuk melindungi mereka. Jadi, ketika tiba giliran mereka, silakan gunakan untuk melindungi kami, para penyedia layanan kesehatan,” katanya.

Menurut Udui, Palau memilih vaksin Moderna karena bisa disimpan di lemari es standar. Pada awalnya, pulau tersebut tidak memiliki fasilitas untuk menyimpan vaksin Pfizer pada suhu yang dibutuhkan minus 70 derajat Celcius (minus 94 derajat Fahrenheit). Namun, Udui menegaskan bahwa Palau menerima setidaknya satu unit penyimpanan dingin pada akhir Desember, yang dapat menyimpan hingga 5.000 dosis vaksin Pfizer. (Aru)

Baca Juga:

Orthorexia, Gangguan Pola Makan yang Dikaitkan dengan Instagram

Baca Artikel Asli