Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Renault Bakal Investasi di Indonesia, Pemerintah Beri Kesempatan Tes Pasar

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Maret 2024

Merahputih.com - Dua produsen mobil, Renault dan VinFast siap berinvestasi di Indonesia. Pembicaraan serius dilakukan pemerintah dengan kedua perusahaan untuk meningkatkan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tanah air.

"Sekarang sedang mencari lahan untuk VinFast, tapi juga di Eropa kita di Prancis ada Renault. Renault sudah siap untuk melakukan investasi EV di Indonesia," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip Antara, Jumat (29/3).

Baca juga:

Pemudik Mobil Listrik Wajib Catat, Ini 17 Titik SPKLU di Tol Lampung!

Ia mengatakan pihaknya sudah menyiapkan insentif yang dibutuhkan agar kedua perusahaan tersebut bisa masuk ke pasar domestik.

"Mereka minta agar bisa memasukkan beberapa produk jenis yang sama, tapi mereka diberikan kesempatan untuk tes pasar. Jadi, insentif sudah nggak ada lagi yang mereka minta, karena yang diminta sudah ada semua di kebijakan," ujarnya.

Sebelumnya, Menperin juga menyampaikan pemerintah telah menyiapkan insentif bagi para investor supaya mau membangun pabrik mobil listrik di Indonesia.

Baca juga:

Kemenhub Ogah Angkut Motor Listrik di Mudik Gratis

Ia mengatakan Indonesia memang memiliki empat pabrik mobil listrik yakni milik Wuling, DFSK, Hyundai, dan Chery, namun kapasitas produksi dari keempat pabrik tersebut masih rendah.

Menurutnya, pembangunan pabrik mobil listrik di dalam negeri dibutuhkan untuk mencapai target serapan pasar kendaraan, serta agar Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.

Baca juga:

Goodyear Luncurkan Electricdrive, Ban Khusus Mobil Listrik

Selain itu, industri otomotif di dalam negeri ditargetkan dapat memproduksi sembilan juta unit sepeda motor listrik roda dua dan tiga, serta 600 ribu unit mobil dan bus listrik.

Target tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 21,65 juta barel atau setara pengurangan emisi CO2 sebanyak 7,9 juta ton secara total.

Baca Artikel Asli