MERAHPUTIH.COM — JAGUAR memperkenalkan mobil listrik terbaru mereka, dua tahun setelah perubahan citra merek (rebranding) yang kontroversial memicu kecaman karena perusahaan tersebut dituduh beralih ke tren ‘woke’.
Peluncuran mobil serbalistrik Type 01 ini merupakan pertaruhan besar bagi perusahaan induknya, JLR, yang telah menginvestasikan miliaran pound sterling untuk merekayasa ulang merek Jaguar. Kini, mereka menghadapi beragam reaksi atas desain mobil baru tersebut serta strategi serbalistrik dari merek ini.
Mobil itu sendiri merupakan sebuah Grand Tourer empat pintu yang gagah, dengan kap mesin panjang yang sengaja dibuat untuk mengenang kembali E-Type ikonis milik Jaguar dari era 1960-an.
Baca juga:
Jaguar C-Type Continuation 70 Edition, Mobil Baru Rasa Lawas
Diklaim Paling Bertenaga dan Aerodinamis
Motor listrik pada model baru dari Jaguar ini sangat bertenaga, menghasilkan sekitar 1.000 tenaga kuda (horsepower) dan memungkinkannya berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam) dalam waktu 3,2 detik. JLR menyatakan mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 515 km pada kecepatan stabil di jalan tol.
Perusahaan mendeskripsikannya sebagai Jaguar paling maju secara teknis, paling bertenaga, dan paling aerodinamis yang pernah dirancang.
Meski demikian, peluncuran Type 01 pada Selasa (6/10) disambut dengan reaksi beragam di media sosial.
"Kelihatannya seperti anak hasil perkawinan Cybertruck dan Bentley Continental," kata seorang pengguna Facebook, Ken Katch, mengacu pada truk pikap Tesla yang dikenal dengan desainnya yang kontroversial.
Jurnalis otomotif Steve Fowler mengatakan Type 01 terlihat luar biasa. "Tidak semua orang akan menyukainya. Itu tidak masalah. Tidak semua orang harus menyukainya,” tulisnya di platform X.
Prahara 'Woke'
Peluncuran ini memang sudah dipastikan akan menarik perhatian, setelah perusahaan tersebut sempat menimbulkan kegemparan dengan perkenalan awal arah baru mereka.
Pada 2024, Jaguar merilis iklan surealis yang menampilkan para model dalam berbagai pakaian aneh dan berwarna terang. Ada logo baru Jaguar, tetapi tidak ada mobil sama sekali dalam iklan tersebut. Dua minggu kemudian, kepala desain Jaguar yang mengenakan pakaian denim, Gerry McGovern, naik ke panggung di Miami untuk memamerkan sepasang mobil konsep radikal dalam skema warna Miami Pink dan London Blue.
Mobil konsep merupakan model tiruan yang dibuat untuk menunjukkan sebuah ide, alih-alih untuk benar-benar dikendarai di jalan raya. Seolah mengakui bahwa konsep tersebut mungkin terbukti kontroversial, ia melontarkan seloroh, “Jaguar tidak memiliki keinginan untuk dicintai semua orang.”
Acara tersebut, yang mengumumkan masa depan Jaguar sebagai merek mobil mewah serbalistrik, memicu kecaman keras di pers dan media sosial. Para pengkritik mengklaim JLR mengkhianati warisannya demi beralih menjadi ‘woke’, istilah yang berarti terlalu berfokus pada isu identitas, keragaman, dan gaya hidup progresif. Bahkan warna yang dipilih untuk peluncuran tersebut diejek sebagai ‘Barbie pink’, seiring timbulnya perdebatan budaya di sekitarnya.
JLR secara bertahap menghentikan produksi model-model lama Jaguar pada 2024 dan 2025. Perselisihan terkait dengan isu ‘woke’, meskipun sempat membuat jajaran pemimpin perusahaan merasa tidak nyaman, setidaknya berhasil menjaga merek tersebut tetap menjadi perhatian publik.
Mobil GT ini diperkirakan akan menjadi yang pertama dari tiga desain listrik baru dari Jaguar. Namun, masa depan Jaguar itu sendiri masih belum pasti.
"Saya pikir ini benar-benar pertaruhan terakhir. JLR telah berjuang keras untuk menghasilkan keuntungan besar dengan Jaguar di masa lalu, dan itulah inti dari semua ini," kata Fowler.(dwi)
Baca juga:
Jaguar Hapus Seluruh Foto di Instagram yang Pernah Diunggah Sejak 2012