Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup ShowBiz

Recording Academy Hapus Video Penampilan BTS, Buntut Keputusan Boikot Grammy

Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026

MERAHPUTIH.COM — RECORDING Academy, penyelenggara Grammy Awards, menuai kritik setelah menghapus video penampilan bersejarah BTS dari situs resminya. Hal itu dilakukan tak lama setelah grup K-pop tersebut mengumumkan tidak akan mengajukan karya mereka untuk Grammy Awards tahun depan.

Di situs resmi Grammy, rekaman penampilan langsung BTS membawakan lagu hit Dynamite pada 2021 dan Butter pada 2022 sudah tidak lagi dapat diakses.

Meski kedua video tersebut masih tersedia di kanal resmi BTS, hilangnya video dari situs Grammy memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan penggemar. Hingga kini, Recording Academy belum memberikan penjelasan mengenai perubahan tersebut.

Penghapusan video itu terjadi tidak lama setelah ketujuh anggota BTS merilis pernyataan bersama pada 29 Juli, yang menegaskan bahwa mereka tidak akan mengajukan karya musik untuk Grammy Awards ke-69, yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2027.

Baca juga:

Boikot Grammy, BTS Lampaui Label Musisi K-Pop Jadi Megabintang Global



"Kami memutuskan untuk tidak mengajukan karya kami ke Grammy Awards tahun depan. Kami berharap musik dapat diapresiasi dan dicintai sebagaimana adanya, tanpa dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa," ujar BTS dalam pernyataan tersebut.

Keputusan BTS tersebut secara luas dipandang sebagai bentuk protes terhadap kategori baru best asian pop music performance yang diperkenalkan oleh Recording Academy. Kategori tersebut diumumkan hanya dua bulan sebelum batas akhir pengajuan karya pada 28 Agustus. Salah satu syaratnya yakni lagu harus menggunakan setidaknya satu bahasa Asia agar memenuhi kualifikasi.

Namun, sebagian besar lagu dalam album studio terbaru BTS, ARIRANG, menggunakan bahasa Inggris, sejumlah kritikus menilai aturan tersebut dibuat untuk membatasi artis Asia agar tidak bersaing di kategori-kategori utama seperti song of the year.

Didukung Tokoh Budaya Korea

Salah satunya datang dari CEO of Hyundai Card Ted Chung, yang dikenal sebagai pencinta musik dan kurator berbagai konser artis internasional di Seoul.

Melalui media sosial, Chung mempertanyakan logika di balik kategori baru Grammy tersebut.

"Apakah keliru jika melihat ini sebagai upaya mengisolasi musisi Asia ke dalam kotak tersendiri? Kalau begitu, apakah Bad Bunny atau Ricky Martin juga seharusnya dipisahkan dan hanya diberi penghargaan musik Latin? Sebagian besar lagu BTS menggunakan bahasa Inggris, jadi bagaimana itu bisa masuk kategori tersebut? Saya belum pernah mendengar musik dibedakan berdasarkan bahasa,” ujar Chung.

Baca juga:

BTS Boikot Grammy, Lagu ’Aliens' Langsung Puncaki iTunes Dunia



Kekhawatiran Diskriminasi Musik Non-Barat


Sejumlah pelaku industri musik menilai keberadaan kategori berdasarkan wilayah justru berpotensi membawa dampak negatif. Mereka berpendapat bahwa kategori khusus semacam itu dapat membatasi artis dari luar Amerika Serikat hanya pada ruang tertentu, alih-alih memberi kesempatan yang setara untuk bersaing di kategori utama.

Dari sudut pandang tersebut, pembentukan subkategori regional berisiko menyebabkan diskriminasi terhadap musik non-Barat, yakni menempatkan karya-karya tersebut dalam kategori tersendiri sehingga menghambat pengakuan yang lebih luas di panggung utama Grammy.

Penggemar Unggah Ulang Video BTS

Setelah video-video tersebut dihapus dari situs Grammy, para penggemar BTS di seluruh dunia mulai mengunggah kembali rekaman penampilan tersebut di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna internet menegaskan menghapus video dari sebuah situs web tidak akan mengubah pencapaian BTS maupun sejarah penampilan mereka di panggung Grammy.(dwi)

Baca juga:

BTS Resmi Nyatakan Boikot Grammy, tak Majukan Karya Mereka Malah Lebih Memilih Dukung Musik yang Universal

Baca Artikel Asli