Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Real Madrid Mulai Lirik Didier Deschamps dan Lionel Scaloni, Alvaro Arbeloa di Ujung Tanduk?

Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026

Merahputih.com - Manajemen Real Madrid merencanakan perombakan besar-besaran pada musim panas mendatang setelah mencatat hasil mengecewakan di berbagai kompetisi musim ini.

Kegagalan di Liga Champions UEFA saat menghadapi Bayern Munich menyisakan luka mendalam bagi klub raksasa Spanyol tersebut.

Saat ini, harapan Los Blancos hanya tertumpu pada kompetisi La Liga, meski jarak sembilan poin dari Barcelona membuat peluang juara kian menipis dengan sisa tujuh pertandingan saja.

Baca juga:

Vinicius Junior dan Jude Bellingham Berselisih di Laga Bayern Munchen vs Real Madrid, Ada Apa?

Ancaman Pemecatan Alvaro Arbeloa

Situasi tanpa trofi ini menempatkan posisi manajer Alvaro Arbeloa dalam ancaman serius. Meskipun para pemain memberikan dukungan penuh di ruang ganti, manajemen klub tampaknya membutuhkan perubahan drastis untuk mengembalikan kejayaan tim di musim depan.

Tekanan besar dari penggemar dan tuntutan prestasi menjadi alasan utama di balik munculnya wacana pergantian kursi pelatih di Santiago Bernabeu.

Laporan dari El Mundo menyebutkan bahwa Real Madrid telah memetakan dua nama besar sebagai suksesor potensial. Nama tersebut bukanlah sosok sembarangan, melainkan dua pelatih yang sukses membawa negara mereka ke puncak dunia.

"Real Madrid telah mengidentifikasi dua manajer pemenang Piala Dunia sebagai target potensial untuk bursa musim panas mendatang," tulis laporan resmi El Mundo.

Duel Taktik Juara Dunia: Deschamps vs Scaloni

Target utama Los Blancos mengarah pada pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, dan arsitek tim nasional Argentina, Lionel Scaloni.

Deschamps memiliki rekam jejak impresif dengan membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan menembus final pada edisi 2022. Di sisi lain, Scaloni merupakan sosok yang mematahkan ambisi Deschamps di final Qatar 2022 sekaligus membawa Argentina meraih bintang ketiga.

Kedua pelatih ini membuktikan kemampuan luar biasa dalam mengelola ego pemain bintang, sebuah kriteria mutlak bagi pelatih Real Madrid.

Baca juga:

Raphinha Minta Maaf usai Ejek Fans Atletico Madrid, Sebut Terpancing Emosi

Namun, muncul keraguan mengenai pengalaman keduanya di level klub. Deschamps terakhir kali melatih klub (Marseille) pada tahun 2012, sementara Scaloni hanya memiliki pengalaman sebagai asisten manajer di Sevilla pada 2017.

Keputusan Real Madrid dalam memilih antara pengalaman internasional atau adaptasi taktik klub akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Artikel Asli