Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Rapor Jeblok Bursa Transfer Liga Inggris 2026: Everton Bikin Moyes Ngamuk, Arsenal Gagal Total

Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026

Merahputih.com - Menilai rapor bursa transfer Liga Inggris 2026 musim panas ini jelas memperlihatkan banyak klub raksasa justru melakukan blunder fatal dalam membangun skuad.

Mulai dari kegagalan transfer Everton sehingga memicu amarah sang pelatih, David Moyes, hingga krisis kedalaman skuad Liverpool, semua membuktikan betapa kejamnya pasar pemain tahun ini.

Melihat pergerakan di bursa transfer Premier League, sepertinya wajar jika kita sedikit menertawakan situasi kacau di Merseyside.

Baca juga:

Rekap Transfer Klub Liga Jerman Bundesliga 2026/27: Bayern Munchen Tidak Jor-joran, Dortmund Agresif

Strategi transfer Manchester United yang tambal-sulam, perombakan ekstrem alias rebuild besar-besaran Aston Villa, hingga lambatnya pergerakan Crystal Palace menjadi sorotan utama.

Tidak heran jika banyak fans merasa dikhianati oleh manajemen, terutama ketika bintang andalan dijual tanpa adanya pengganti sepadan seiring bergulirnya musim kompetisi Liga Inggris 2026/27.

Mari kita bedah rapor mereka satu per satu.

Everton: Puncak Komedi Angus Kinnear

Everton


David Moyes pasti lagi darah tinggi melihat betapa kacaunya manajemen The Toffees menangani jendela transfer kali ini. Padahal, pada Mei 2025 lalu, Moyes sempat melontarkan rasa syukurnya.

Klub ini tadinya terasa seperti keluarga besar bagi saya, tetapi sempat terlihat dan terasa hancur – dan sekarang tak lagi terasa seperti itu,

ucap Moyes kala itu.

Sayangnya, kedamaian itu cuma bertahan 15 bulan. Komite transfer yang dipimpin Angus Kinnear dengan dalih "rencana dua musim panas" justru berujung ambyar.

Bagaimana tidak? Dua minggu sebelum deadline, mereka sesumbar ingin mempertahankan pemain kunci seperti Ndiaye.

Namun pada hari penutupan, Ndiaye dan Beto yang menyumbang 15 dari total 47 gol Everton musim lalu, malah dijual tanpa ada pengganti sepadan, menyisakan Jack Grealish yang datang sebagai pemain pinjaman.

Moyes pasti merasa muak melihat skuadnya kini bolong melompong, terutama di lini serang.

Liverpool: Korban Ekspektasi dan Minimnya Kedalaman Skuad

Live

Nasib Andoni Iraola di Anfield juga tidak jauh beda. Saat pramusim di pertengahan Juli, ia sudah memberikan peringatan halus:

Kami telah merekrut dua pemain, tetapi kami masih butuh lebih banyak lagi.

Namun, hingga September, manajemen cuma bisa mendaratkan Ronald Araujo (pinjaman) dan Bradley Barcola dengan harga selangit.

Masalahnya, krisis di posisi bek tengah, bek kanan, gelandang tengah, sayap kanan, hingga ujung tombak dibiarkan menganga.

Iraola memang terbiasa dengan kondisi sulit saat di Bournemouth, tapi memimpin Liverpool di kompetisi Eropa jelas butuh "amunisi" yang jauh lebih layak.

Baca juga:

Rekap Hasil Premier League: Arsenal Menang Telak, Manchester United dan Tottenham Kompak Tumbang

Rapor Klub Lainnya: Dari Arsenal hingga Man United

Selain dua klub Merseyside di atas, drama juga terjadi di berbagai sudut Inggris:

Baca Artikel Asli