Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Ragam Depresi yang Kamu Harus Tahu

P Suryo R - Kamis, 06 Oktober 2022

GENERASI Z seringkali mengkampanyekan pentingnya kesehatan mental. Bahkan beberapa penelitian mengungkapkan kalau generasi kelahiran tahun 1995-2010 memiliki kesehatan mental yang buruk.

Depresi hadir tanpa menunjukan gejala, kadarnya bisa ringan atau berat, dengan masa yang pendek atau kronis. Memahami jenis depresi yang dialami seseorang dapat membantu penanganan kesehatan walaupun hanya sementara. Jalan terbaik adalah mencari bantuan medis bila kondisinya semakin memburuk. Berikut ragam depresi yang dialami oleh orang.

Baca Juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

depres
Depresi dapat disembuhkan dengan terapi dan obat-obatan. (Pixabay/counselling)


Depresi mayor


Depresi mayor dialami ketika seseorang memiliki perasaan yang sedih, hampa, tidak berharga, putus asa dan bersalah. Selain itu, kehilangan energi untuk beraktivitas dan tidak nafsu makan. Kemudian adanya perubahan kebiasaan tidur dan pikiran tentang kematian dan bunuh diri.

Melansir dari health, gangguan depresi mayor memiliki dua subtipe, depresi atipikal dan depresi melankolis. Orang yang termasuk dalam kategori pertama cenderung lebih banyak tidur dan makan sementara secara emosional memiliki kecemasan tinggi.

Mereka yang termasuk dalam kategori melankolis, mengalami kesulitan tidur dan cenderung merenungkan pikirannya pada kesalahannya.

Orang yang memiliki gangguan depresi mayor diatasi dengan psikoterapi dan obat-obatan sebagai pengobatan mereka.


Disforia pramenstruasi


Gangguan disforia pramenstruasi ini biasanya dialami oleh perempuan yang berada di masa subur. Hal ini disebabkan ketika PMS perempuan memiliki sensitivitas yang lebih tinggi. Sehingga, menimbulkan kecemasan yang berlebih dan mudah marah. Oleh sebab itu, munculah istilah jangan dekat-dekat dengan perempuan yang sedang PMS karena mereka jauh lebih galak.

Baca Juga:

Atasi Depresi dengan Terapi Aktivasi Perilaku

depres
Depresi dapat diatasi dengan bantuan medis. (Unsplash/Jeshoots)


Depresi psikotik


Orang yang memiliki depresi psikotik mengalami depresi berat yang disertai psikosis, yaitu gangguan dalam membedakan dunia nyata dan imajinasi. Gejala psikosis dialami oleh orang adalah mengalami halusinasi dengan melihat atau mendengar sesuatu. Kemudian delusi yaitu, keyakinan yang salah tentang apa yang terjadi.


Bipolar


Adanya perubahan suasana hati yang sangat signifikan. Biasanya pengidap bipolar mengalami perubahan suasana hati dari sangat gembira berubah menjadi merasa putus asa. Gangguan bipolar, biasanya muncul pada usia dewasa.

Mencari bantuan psikiater adalah jalan terbaik untuk mendapatkan penanganan yang lebih maksimal. Biasanya penderita bipolar diberikan stabilisator suasana hati, yaitu obat perangsang ketenangan untuk mencegah gangguan bipolar dan terapi bicara. (nbl)

Baca Juga:

Ketahui Tanda-Tanda Depresi pada Pria

Baca Artikel Asli