Punya Dasar Kuat, Industri Otomotif Kembali Bangkit di 2021

Kamis, 26 November 2020 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Semua industri pengolahan non-migas diprediksi mengalami pemulihan pada 2021, terutama di beberapa sektor manufaktur yang menjadi kekuatan Indonesia.

"Hampir semua bisa tumbuh lebih tinggi, tapi yang penting adalah industri farmasi, baik untuk manusia dan hewan," ujar Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri di Jakarta, Kamis (26/11).

Ia mengatakan, untuk industri peternakan atau unggas kondisinya sedang bagus dengan ongkos produksi mengalami penurunan. Selain itu, ketergantungan pada impor juga makin turun.

Baca Juga:

DPR Kritik Serapan Dana Pemulihan Ekonomi Tidak Maksimal

Selama pandemi ini, industri makanan dan minuman tetap tumbuh positif karena produk dari industri tersebut merupakan barang konsumsi yang tetap dibutuhkan masyarakat.

"Industri otomotif, yang memang pada dasarnya sudah kuat dan tinggal menunggu waktu untuk pulih," katanya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan sejumlah subsektor industri tetap tumbuh positif tahun ini. Meskipun secara keseluruhan, pertumbuhan industri pengolahan pada 2020 masih akan terkontraksi sebesar 2,22 persen.

Pameran otomotif. (Foto:Gaikindo)>
Pameran otomotif. (Foto:Gaikindo)

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan, terdapat lima subsektor industri yang diproyeksi tumbuh positif sepanjang 2020 yakni berkaitan dengan pandemi COVID-19.

"Industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia, industri logam dasar, serta industri makanan," katanya dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Bagi Korporasi Belum Terserap

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan