Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PT KCI Targetkan Angkut 1 Juta Penumpang di Semester II 2024

Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Februari 2024

Merahputih.com - Pengadaan tiga kereta rel listrik (KRL) dari Tiongkok jadi salah satu langkah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter untuk menghadapi lonjakan jumlah penumpang. Terlebih, PT KCI tengah menargetkan mengangkut sejuta penumpang pada semester II tahun 2024.

"Kenapa tadi ada tiga KRL impor karena tahun ini kita sudah mendekati sampai 1 juta (penumpang) ya bahkan nanti di semester II-2024, kita sudah mencapai 1 juta penumpang untuk prediksinya," ujar Sekretaris Perusahaan KAI Commuter Anne Purba, dikutip Antara, Selasa (6/2).

Baca Juga:

Bandara Samarinda Siap Jadi Lokasi Uji Coba Taksi Terbang IKN

KAI Commuter juga telah menyusun strategi untuk jangka panjang, khususnya dalam menangani persiapan 2 juta penumpang pada 2025-2026.

Menurut Anne, sejak adanya pembangunan LRT yang terkoneksi dengan Stasiun Cawang dan Stasiun BNI City, jumlah penumpang KRL naik hingga 32 persen.

Baca Juga:

Terputus Karena Banjir, Jalur Kereta di Grobogan Sudah Dilewati Kereta Api

"Pada tahun 2025-2026 sebenarnya pemerintah meminta kita menargetkan bagaimana kita mengangkut 2 juta orang makanya kita disiapkan untuk membeli KRL baru yang 16 itu, untuk menambah kapasitas kemudian yang impor itu untuk mengantisipasi hal itu," kata Anne.

Dalam pemenuhan KRL tersebut, KAI Commuter juga sudah menandatangani kerja sama pengadaan sarana KRL di antaranya pengadaan 16 rangkaian sarana KRL baru oleh PT INKA dengan total investasi Rp3,83 triliun.

Baca Juga:

Pemkot Bandung Bereskan Kabel Semrawut Sepanjang 66,35 Kilometer

Berikutnya, pengadaan 19 rangkaian KRL retrofit oleh INKA dengan total investasi Rp 2,23 triliun. Terakhir, pengadaan tiga rangkaian KRL baru impor oleh CRRC Sifang dengan total investasi Rp 783 miliar.

Adapun seluruh pembiayaannya dari pinjaman KAI Commuter, shareholder loan dari PT KAI, dan bantuan dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN).

Baca Artikel Asli