MerahPutih.com - Dalam waktu dekat Kalimantan Timur memilik dua bandara dengan taraf internasional, yakni Bandara SAMS Sepinggan di Kota Balikpapan dan Bandara Nusantara di Kabupaten Penajam Paser Utara. Jarak kedua bandara ini hanya sekitar 60 kilometer.
Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Nusantara prasarana penunjang transportasi Ibu Kota Nusantara di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, ditargetkan selesai mencapai 100 persen pada Desember 2024.
"Pengerjaan landasan pacu sudah 2.200 meter dari total 3.500 meter," jelas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (8/10).
Kemajuan pengerjaan jalan penunjang akses Bandara Nusantara saat ini sudah di atas 50 persen, jalan akses utama sudah 98,53 persen, jalan perimeter barat terbangun 66,96 persen dan jalan perimeter timur mencapai 50,44 persen.
Baca juga:
Bandara IKN Segera Lakukan Uji Coba Pendaratan Pesawat Besar
Pembangunan fasilitas penunjang Bandara Nusantara seperti menara atau tower pemandu lalu lintas udara atau penebangan (air traffic controller/ATC) sudah 53,71 persen dan gedung administrasi dan operasional mencapai 61,03 persen.
Lalu, pengerjaan gedung pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) Bandara Nusantara sudah 68,71 persen.
Pembangunan gedung Bandara Nusantara lainnya, yakni terminal very very important person (VVIP) mencapai 90 persen, serta terminal very important person (VIP) sudah 80 persen.
Baca juga:
Bandara Nusantara sama sifatnya dengan Bandara SAMS Sepinggan bersifat komersial. Hanya bedanya Bandara Nusantara digunakan untuk penerbangan jarak jauh (long distance).
Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 39 Tahun 2019 yang berisi kriteria cakupan pelayanan bandara di Kalimantan seharusnya radius 60 kilometer atau waktu tempuh moda transportasi lain minimal 4 jam.
"Contoh di Kota London, Inggris memiliki lima bandara dengan jarak saling berdekatan, dan tidak jadi masalah," katanya. (*)