MerahPutih.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut sebanyak 67 investor swasta telah berinvestasi sebesar Rp 74,54 triliun untuk Ibu Kota Nusantara yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal itu diungkapkan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat.
Ia memaparkan, skema pembiayaan pembangunan IKN, selain dari investasi swasta juga didukung melalui anggaran pendapatan belanja negara (APBN), kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), serta hibah, jelas dia, tercatat hingga kini nilai proyek melalui skema KPBU sekitar Rp 134,22 triliun.
Otorita IKN, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi antardaerah menjadi faktor penting memperkuat ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga:
IKN Genjot Pembangunan Tahap II untuk Wujudkan Ibu Kota Politik 2028
Peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga berbagai sektor strategis mendukung pengembangan kawasan IKN, seperti penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Investor yang masuk selalu dilayani, apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nanti akan ada insentif fiskal,
kata Basuki Hadimuljono.
Pembangunan di Jawa Tengah selama ini dilakukan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, kata Ahmad Luthfi. Semangat tersebut diharapkan juga dapat diwujudkan dalam kerja sama dengan Otorita IKN.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap dapat memperkuat sinergi dalam mendorong investasi, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan IKN dan daerah.
Selain Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, hadir pula bupati dan wakil bupati se-Jawa Tengah dalam pembahasan potensi kolaborasi dan peluang investasi di ibu kota baru Indonesia tersebut. (*)