Merahputih.com - Alunan musik salsa khas Amerika Latin bersiap membakar atmosfer Stadion Guadalajara saat ambisi besar bertemu kejutan tak terduga.
Raksasa CONMEBOL, Kolombia, membidik kemenangan kedua beruntun demi mengamankan tiket babak gugur Piala Dunia 2026.
Menghadapi kuda hitam Afrika, RD Kongo, laga ini menyajikan duel perdana penuh misteri sepanjang sejarah sepak bola kedua negara.
Baca juga:
Portugal vs Kongo 1-1: Ronaldo Gagal Cetak Gol, Kena Mental Efek Lionel Messi?
Kemenangan meyakinkan 3-1 atas Uzbekistan pada laga pembuka memberi modal kepercayaan diri tinggi bagi armada Néstor Lorenzo.
Sebaliknya, Kongo datang membawa modal kejutan besar setelah berhasil menahan imbang Portugal dengan skor 1-1 di Houston.
Ketajaman Los Cafeteros Melawan Tembakan Spekulasi Kongo
James Rodriguez dan kawan-kawan mengantongi modal rekor impresif dengan selalu mencetak gol dalam 10 laga terakhir fase grup Piala Dunia.
Catatan ini menyamai rekor milik juara bertahan Argentina sebagai tim paling konsisten membobol gawang lawan. Sektor penyerangan bertumpu pada kreativitas winger lincah, Luis Diaz.
Data dan statistik serta performa kedua tim menjelang laga krusial Grup K:
-
Rekor Grup Kolombia: Memenangi enam dari tujuh laga fase grup terakhir, mencetak 17 gol, kebobolan 5 kali.
-
Statistik Luis Diaz MD1: Mencetak satu gol, satu assist, melepas empat dribel, serta memenangi delapan duel lapangan.
-
Efisiensi Penguasaan Bola Kongo: Hanya mencatat 24,6 persen penguasaan bola saat menahan imbang Portugal.
-
Strategi Tembakan Jauh Kongo: Melepaskan enam dari delapan tembakan (75 persen) dari luar kotak penalti lawan.
-
Potensi Rekor Yoane Wissa: Berpeluang menjadi pemain Afrika kedua mencetak gol pada dua laga awal debut Piala Dunia setelah Mohamed Salah (2018).
Benteng Pertahanan Kuat Pasukan Macan Tutul
Republik Demokratik Kongo asuhan Sébastien Desabre sukses mengakhiri penantian 52 tahun lewat raihan poin perdana di Piala Dunia.
Meski minim penguasaan bola, taktik disiplin lini belakang terbukti sukses meredam agresivitas lini serang tim kelas dunia.
Penyerang Newcastle United, Yoane Wissa, kembali menjadi tumpuan utama mencuri gol lewat serangan balik cepat.
Sejarah mencatat Kolombia memiliki rekam jejak bagus kontra wakil Afrika dengan menyapu bersih tiga kemenangan terakhir sejak tahun 1998. Prediksi superkomputer Opta menempatkan Kolombia sebagai unggulan utama meraih poin penuh dengan persentase mencapai 58 persen. Sementara peluang Kongo menciptakan kejutan kedua serta hasil imbang berada pada angka seimbang, masing-masing 21 persen.