Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Sejarah Kelam Perang Falkland Panaskan Semifinal Argentina vs Inggris, The Three Lions Siap Hapus Memori Pahit Hand of God

Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026

Merahputih.com - Rivalitas klasik berbalut tensi geopolitik akan tersaji dalam semifinal Piala Dunia 2026 saat Argentina vs Inggris.

Laga perebutan tiket final ini sekaligus menandai debut perdana megabintang Lionel Messi menghadapi skuad Tiga Singa sepanjang karier internasional bersama Tim Tango.

Lionel Messi mencatatkan debut internasional sejak Agustus 2005 dan mengoleksi lebih dari 200 penampilan, namun belum pernah sekalipun bersua Inggris.

Baca juga:

Tidak Cemas Jelang Hadapi Argentina, Noni Madueke: Tim Lain yang Khawatir dengan Timnas Inggris

Peluang emas sejatinya terbuka pada laga persahabatan November 2005, tetapi hukuman kartu merah konyol saat laga debut kontra Hungaria memaksa sang pemain absen.

Kini, penantian panjang 21 tahun publik sepak bola dunia untuk melihat aksi sang mega bintang bersua Inggris akhirnya terwujud.

Lembaran Hitam Konflik Militer Hingga Trik Lapangan Hijau

Lionel

Rivalitas kedua negara tidak hanya membara di lapangan hijau, melainkan turut dipicu ketegangan politik Perang Falkland pada tahun 1982.

Perebutan Kepulauan Falkland di dekat pantai Argentina memicu sentimen mendalam bagi suporter kedua kubu hingga saat ini.

Di lapangan hijau, tensi tinggi tersebut bermutasi menjadi deretan drama, tekel brutal, serta gol-gol kontroversial.

Komparasi data sejarah pertemuan penuh drama antara Argentina dan Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia:

Penghormatan Legenda dan Prediksi Superkomputer

Pertandingan semifinal ini juga membawa misi emosional mendalam bagi skuad Albiceleste. Skuad asuhan Lionel Scaloni bertekad mempersembahkan kemenangan demi menghormati mendiang Antonio Rattin, kapten legendaris era 1966 wafat pekan lalu pada usia 89 tahun.

Gol

Memori kejayaan Diego Maradona 40 tahun silam turut menjadi bahan bakar pembakar semangat juang skuad Amerika Latin ini.

Baca juga:

Data dan Statistik Prancis vs Spanyol: Redupnya Para Bintang Les Bleus dan Mesin Gol Didier Deschamps Macet Total

Sebaliknya, kubu Inggris mengusung ambisi menghapus memori buruk kekalahan fase gugur masa lalu. Kemenangan tipis fase grup musim 2002 dinilai belum cukup membayar lunas kepedihan tersingkir lewat drama adu penalti musim 1998 silam.

Kedua tim kini bersiap menyajikan laga penuh tensi tinggi demi mengamankan tempat di partai puncak turnamen tertinggi jagat raya.

Baca Artikel Asli