Merahputih.com - Rivalitas klasik berbalut tensi geopolitik akan tersaji dalam semifinal Piala Dunia 2026 saat Argentina vs Inggris.
Laga perebutan tiket final ini sekaligus menandai debut perdana megabintang Lionel Messi menghadapi skuad Tiga Singa sepanjang karier internasional bersama Tim Tango.
Lionel Messi mencatatkan debut internasional sejak Agustus 2005 dan mengoleksi lebih dari 200 penampilan, namun belum pernah sekalipun bersua Inggris.
Baca juga:
Tidak Cemas Jelang Hadapi Argentina, Noni Madueke: Tim Lain yang Khawatir dengan Timnas Inggris
Peluang emas sejatinya terbuka pada laga persahabatan November 2005, tetapi hukuman kartu merah konyol saat laga debut kontra Hungaria memaksa sang pemain absen.
Kini, penantian panjang 21 tahun publik sepak bola dunia untuk melihat aksi sang mega bintang bersua Inggris akhirnya terwujud.
Lembaran Hitam Konflik Militer Hingga Trik Lapangan Hijau

Rivalitas kedua negara tidak hanya membara di lapangan hijau, melainkan turut dipicu ketegangan politik Perang Falkland pada tahun 1982.
Perebutan Kepulauan Falkland di dekat pantai Argentina memicu sentimen mendalam bagi suporter kedua kubu hingga saat ini.
Di lapangan hijau, tensi tinggi tersebut bermutasi menjadi deretan drama, tekel brutal, serta gol-gol kontroversial.
Komparasi data sejarah pertemuan penuh drama antara Argentina dan Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia:
-
Pertempuran Wembley 1966 (Perempat Final): Inggris menang 1-0 melalui gol sundulan Geoff Hurst menit ke-77. Laga ini diwarnai pengusiran kapten Argentina, Antonio Rattin, oleh wasit Rudolf Kreitlein akibat protes berlebih. Rattin sempat menolak keluar lapangan hingga harus dikawal polisi.
-
Durasi Penundaan 1966: Laga terhenti selama 25 menit 7 detik hanya untuk eksekusi tendangan bebas, catatan penundaan terlama ke-11 sepanjang sejarah turnamen sebelum era VAR.
-
Total Pelanggaran 1966: Menghasilkan 56 pelanggaran, salah satu laga paling kasar pada sejarah turnamen. Inggris tercatat melakukan 36 pelanggaran.
-
Tragedi 'Hand of God' 1986 (Perempat Final): Argentina menang 2-1 di Meksiko. Diego Maradona mencetak gol pembuka menggunakan tangan kirinya melewati kiper Peter Shilton, salah satu gol paling kontroversial jagat raya.
-
Sihir Solo Run Maradona: Gol kedua Argentina lahir lewat aksi individu Maradona sejauh 54,4 meter, menjadi gol solo run terpanjang ketiga sejak tahun 1966.
-
Klasik Saint-Etienne 1998 (Babak 16 Besar): Laga berakhir imbang 2-2 sebelum Argentina menang adu penalti 4-3. Laga ini diwarnai kartu merah David Beckham akibat menendang Diego Simeone.
-
Gol Solo Run Michael Owen: Remaja Inggris, Michael Owen, mencetak gol spektakuler lewat solo run sejauh 35,3 meter untuk membawa Inggris unggul sementara.
-
Pembalasan Sapporo 2002 (Fase Grup): Inggris menang tipis 1-0 lewat eksekusi penalti David Beckham akibat pelanggaran Mauricio Pochettino terhadap Michael Owen.
Penghormatan Legenda dan Prediksi Superkomputer
Pertandingan semifinal ini juga membawa misi emosional mendalam bagi skuad Albiceleste. Skuad asuhan Lionel Scaloni bertekad mempersembahkan kemenangan demi menghormati mendiang Antonio Rattin, kapten legendaris era 1966 wafat pekan lalu pada usia 89 tahun.

Memori kejayaan Diego Maradona 40 tahun silam turut menjadi bahan bakar pembakar semangat juang skuad Amerika Latin ini.
Baca juga:
Sebaliknya, kubu Inggris mengusung ambisi menghapus memori buruk kekalahan fase gugur masa lalu. Kemenangan tipis fase grup musim 2002 dinilai belum cukup membayar lunas kepedihan tersingkir lewat drama adu penalti musim 1998 silam.
Kedua tim kini bersiap menyajikan laga penuh tensi tinggi demi mengamankan tempat di partai puncak turnamen tertinggi jagat raya.