Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pramono Janji Tekan Kesenjangan di Jakarta

Angga Yudha Pratama - Senin, 23 September 2024

MerahPutih.com - Calon Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan keinginannya menghadirkan kesetaraan dan memperkecil gap antar warga Jakarta. Menurut Pram, hal itu bisa diwujudkan dengan komitmen pemimpin Jakarta yang berpihak pada warganya.

“Bagi saya dan Bang Doel (Rano Karno) bagaimana membuat warga Jakarta menjadi lebih bahagia, hidup dalam kesetaraan. Diskriminasi, perbedaan, gap harus diperkecil, beri ruang yang cukup agar warganya bahagia,” kata Pramono, dalam “Dialog Publik Seni”, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (23/9).

Baca juga:

1.239 Personel Polisi Jaga Pengundian Nomor Urut Cagub-Cawagub Pilkada DKI Jakarta

Pramono menyampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan JJ Rizal, sejarawan yang menjadi salah satu panelis dalam acara yang digelar Dewan Kesenian Jakarta tersebut.

JJ Rizal ingin mendengar solusi dari Pramono-Rano agar sejarah Indonesia yang ada di Jakarta bisa terjaga dan tidak ada lagi warga Jakarta yang kehilangan ruang ekspresi karena berubah menjadi area komersil.

“Ruang untuk berimprovisasi, bergotong royong, harus ditumbuhkan di Jakarta,” ungkapnya

Tak hanya JJ Rizal, Prof. Sulistyowati Rianto, Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia juga meminta Pramono-Rano menjawab keresahan warga Jakarta akan ketersediaan air bersih.

Menurut Prof. Sulis, penyedotan air bersih besar-besaran untuk kepentingan bisnis turut memengaruhi ketersediaan air bersih untuk warga miskin Jakarta.

“Ketersediaan air bersih, tentang Jakarta akan tenggelam pada 2050. Kerusakan lingkungan akan menghancurkan kebudayaan. Di wilayah lain terjadi, deforestasi menghancurkan kebudayaan,” ungkap Prof. Sulis.

Baca juga:

Siap-Siap Warga Jakarta akan Diberi Simulasi Bencana Menghadapi Gempa Megathrust

Pramono menjawab itu dengan menyampaikan bahwa Jakarta memerlukan pola kepemimpinan yang tumbuh dari bawah. Karena itu, Pramono-Rano fokus pada solusi dari beragam masalah warga miskin Jakarta, tanpa meninggalkan warga kelas menengah ke atas.

“Untuk air bersih, harus ada terobosan waduk untuk air bersih Jakarta, enggak bisa hanya mengandalkan waduk Jatiluhur. Penggunaan air bersih (besar-besaran) harus dikontrol, pipanisasi air bersih Jakarta harus dilakukan,” pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli