Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari

Penambahan Rute Operasi Bus TransJabodetabek (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengangkut 2.000 penumpang per hari.

Nantinya, kata Pramono, akan ada 20 bus yang disiapkan untuk melayani perjalanan Transjabodetabek Blok M- Bandara Soetta. Jumlah angkutan akan ditambah seiring dengan ridershipnya.

"Biasanya rute baru kita buka 20 unit. Kalau kemudian respon publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 1.950 sampai 2.000 per hari," kata Pramono di Jakarta, Kamis (5/2).

Pramono memastikan, layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta memiliki titik pemberhentian di depan terminal bandara. Lalu, tak seperti layanan Transjakarta SH1 yang hanya berhenti di perkantoran Soetta.

Baca juga:

Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026

"Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal yang akan diberhentikan. Terminal 1A, 1B, dan Terminal 3. Nanti akan ada kerja sama antara Transjakarta dengan Angkasa Pura," ucapnya.

Sementara itu, Pramono memutuskan untuk menunda rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute baru tersebut.

Mulanya, Pramono ingin layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara resmi meluncur pada pekan kedua Februari 2026. Namun, pelaksanaannya diundur beberapa pekan ke depan.

"Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka," tutur dia.

Baca juga:

TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Segera Beroperasi, Segini Tarifnya

Pramono mengakui, Pemprov DKI masih harus membangun dan mempersiapkan halte-halte yang melayani rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, khususnya yang berada di wilayah Kota Tangerang, Banten, untuk menuju bandara.

"Perlu diperbaiki, dibangun halte-halte baru. Terutama halte yang sebenarnya di luar wilayah Jakarta. Problemnya kan itu. Termasuk yang, misalnya (seperti rute Transjabodetabek) yang ke Bogor, ke Sawangan, Depok, kan belum dibangun haltenya," ungkap Pramono.

Menurut Pramono, tak elok jika layanan Transjabodetabek ke bandara internasional yang akan dibuka tersebut hanya difasilitasi bus stop, alih-alih penyediaan halte.

Baca juga:

Pramono: Rute Transjabodetabek Blok M - Bandara Soetta Gunakan Halte Permanen

Sebab, banyak warga negara asing (WNA) yang berpotensi menggunakan layanan angkutan umum tersebut.

"Yang untuk ke Soekarno Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia. Pasti nanti warga negara asing juga akan menggunakan ini. Maka, wajahnya juga harus wajah yang bagus," pungkasnya. (Asp)

#TransJabodetabek #Blok M #Bandara Soekarno-Hatta #Transportasi #Pramono Anung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Jakarta sudah sekitar tiga minggu tanpa hujan. Gubernur Pramono Anung kini membuka opsi Operasi Modifikasi Cuaca untuk memicu hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Anung Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Potensi Kekeringan di Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Tak pernah mempersoalkan latar belakang partai politik anggota DPRD DKI Jakarta yang ikut serta turun ke warga saat menjalankan tugas.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gubernur Pramono Serukan Persatuan dalam Membangun Jakarta, tak Lihat Asal Partai Anggota Dewan
Indonesia
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta Kemenkeu untuk segera merampungkan kajian obligasi DKI.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
Pramono Minta Kemenkeu Segera Rampungkan Kajian Obligasi DKI Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Saat ini wilayah Jakarta sudah tidak hujan selama hampir tiga pekan.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Pemprov DKI Siap Lakukan Hujan Buatan Hadapi Kemarau Panjang
Indonesia
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini akan melayani 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
Tak Lagi Berhenti di Velodrome, LRT Jakarta Segera Tembus Manggarai dalam 28 Menit
Indonesia
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Pemprov DKI menargetkan sistem pembayaran nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Gembira! Kini Bayar Tiket MRT Bisa Pakai Kartu Kredit Nirsentuh
Indonesia
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki alasan tersendiri terkait penetapan tenor minimal tujuh tahun untuk obligasi daerah senilai Rp 3,5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Gubernur Pramono Desak Kemenkeu Segera Keluarkan Kajian Obligasi Daerah Rp 3,5 Triliun
Indonesia
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, prihatin dengan bentrokan Matraman. Ia mengingatkan warga jangan terprovokasi.
Soffi Amira - Rabu, 29 Juli 2026
Pramono Prihatin soal Bentrokan Matraman, Ingatkan Warga Jangan Ikut Terprovokasi
Indonesia
Dikritik Mendagri Soal Rencana Surat Utang, Gubernur Pramono: Sudah Bulat
enerbitan obligasi merupakan salah satu skema pembiayaan kreatif (creative financing) yang disiapkan Pemprov DKI agar pembangunan tetap berjalan meski ada potongan Dana Bagi Hasil
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Dikritik Mendagri Soal Rencana Surat Utang, Gubernur Pramono: Sudah Bulat
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bentrokan di Matraman tidak boleh dikaitkan dengan isu suku atau etnis.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Bagikan