Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari
Penambahan Rute Operasi Bus TransJabodetabek (MP/Didik)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mengangkut 2.000 penumpang per hari.
Nantinya, kata Pramono, akan ada 20 bus yang disiapkan untuk melayani perjalanan Transjabodetabek Blok M- Bandara Soetta. Jumlah angkutan akan ditambah seiring dengan ridershipnya.
"Biasanya rute baru kita buka 20 unit. Kalau kemudian respon publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 1.950 sampai 2.000 per hari," kata Pramono di Jakarta, Kamis (5/2).
Pramono memastikan, layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta memiliki titik pemberhentian di depan terminal bandara. Lalu, tak seperti layanan Transjakarta SH1 yang hanya berhenti di perkantoran Soetta.
Baca juga:
Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026
"Jadi nanti di Soekarno-Hatta sendiri ada tiga terminal yang akan diberhentikan. Terminal 1A, 1B, dan Terminal 3. Nanti akan ada kerja sama antara Transjakarta dengan Angkasa Pura," ucapnya.
Sementara itu, Pramono memutuskan untuk menunda rencana pembukaan layanan Transjabodetabek rute baru tersebut.
Mulanya, Pramono ingin layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara resmi meluncur pada pekan kedua Februari 2026. Namun, pelaksanaannya diundur beberapa pekan ke depan.
"Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka," tutur dia.
Baca juga:
TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Segera Beroperasi, Segini Tarifnya
Pramono mengakui, Pemprov DKI masih harus membangun dan mempersiapkan halte-halte yang melayani rute Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta, khususnya yang berada di wilayah Kota Tangerang, Banten, untuk menuju bandara.
"Perlu diperbaiki, dibangun halte-halte baru. Terutama halte yang sebenarnya di luar wilayah Jakarta. Problemnya kan itu. Termasuk yang, misalnya (seperti rute Transjabodetabek) yang ke Bogor, ke Sawangan, Depok, kan belum dibangun haltenya," ungkap Pramono.
Menurut Pramono, tak elok jika layanan Transjabodetabek ke bandara internasional yang akan dibuka tersebut hanya difasilitasi bus stop, alih-alih penyediaan halte.
Baca juga:
Pramono: Rute Transjabodetabek Blok M - Bandara Soetta Gunakan Halte Permanen
Sebab, banyak warga negara asing (WNA) yang berpotensi menggunakan layanan angkutan umum tersebut.
"Yang untuk ke Soekarno Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia. Pasti nanti warga negara asing juga akan menggunakan ini. Maka, wajahnya juga harus wajah yang bagus," pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Transjabodetabek Rute Blok M- Bandara Soetta Ditargetkan Angkut 2.000 Penumpang per Hari
Pramono: Rute Transjabodetabek Blok M - Bandara Soetta Gunakan Halte Permanen
Transjabodetabek Blok M–Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran 2026
Penumpang Keluhkan Bus Transjakarta Lama Datang, Pramono Janji Tambah Armada
TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta Segera Beroperasi, Segini Tarifnya
Pemprov DKI dan Banten Teken MoU Pengembangan MRT Kembangan - Balaraja
TPA Cipeucang Overload, Pemprov DKI Bantu Banten Tangani Sampah Tangsel
Pramono Minta Satpol PP Tertibkan Spanduk dan Bendera Parpol di Jakarta
Diskon Transportasi Hingga WFA, Cara Pemerintah Dongkrak Ekonomi Nasional
Jelang Imlek hingga Lebaran 2026, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman